Suara.com - Sebagai negara kepulauan, pelabuhan di Indonesia merupakan pintu masuk pergerakan aktivitas masyarakat dan distribusi berbagai barang, baik dalam negeri maupun ekspor. Peran pelabuhan Indonesia sangat penting untuk mengatur dan mengelola semua kegiatan tersebut dengan cepat dan tepat waktu.
PT Pelindo (Persero) merupakan kepanjangan tangan negara untuk mengelola pelabuhan yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Sebelumnya, pelabuhan di Indonesia dikelola oleh empat perusahaan BUMN dengan nama PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero).
Pada 1 Oktober 2021, keempat BUMN digabung atau merger berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero).
Pertumbuhan Industri
Pada tahun 2022, perusahaan mampu membuat laba bersih sebanyak Rp3,9 triliun, atau naik 23 persen secara year on year (YoY) dibandingkan tahun 2021. Kinerja ini merupakan hasil merger pada tahun 2021 yang menjadikan sinergi melalui konsolidasi, integrasi, dan memaksimalkan kapasitas keuangan, operasional, komersial, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono mengatakan, merger ini dapat membuat sinergi antarentitas dalam Pelindo Group, sehingga pengelolaan pelabuhan di Indonesia dapat dilakukan secara terpusat dan optimal.
Setelah merger, pengelolaan dari sisi operasional meningkat, misalnya pergerakan peti kemas pada tahun 2022 mencapai 17,2 juta twenty foot equivalent unit (TEUs), atau naik 1 persen dibandingkan tahun 2021. Arus barang juga mencapi 160 juta ton, atau naik 9 persen dibandingkan tahun 2021.
Selain itu, jumlah keluar masuknya kapal di pelabuhan Pelindo mencapai 1,2 miliar gross tonnage atau GT, naik 1 persen dibandingkan tahun 2021. Sedangkan jumlah penumpang tembus hingga 15 juta orang, atau bertambah 86 persen dibandingkan tahun 2022.
Menurut Arif, hal lain yang menjadi catatan dalam kinerja setelah merger ini adalah meningkatnya produktivitas bongkar muat peti kemas di sejumlah terminal peti kemas. Hal ini bisa dilihat dari parameter boks per kapal per jam (BSH) dan berkurangnya waktu sandar kapal di pelabuhan dengan melihat lama hari kapal bersandar.
Baca Juga: Surveyor Indonesia Perkuat SDM, Tingkatkan Peran Pengembangan Ekonomi Nasional
“Semakin pendek waktu sandar dan bongkar muat, bagi kami membuat biaya operasional semakin efisien dan membuat trafik kapal meningkat. Ini sangat bermanfaat bagi pemilik kargo dan perusahaan kapal,” katanya.
Contoh lain efektivitas ini adalah kinerja di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan dan Makasar.
Di Belawan, jumlah bongkar muat naik 20 boks menjadi 45 boks per kapal per jam. Hal itu membuat waktu sandar kapal berkurang dari dua hari menjadi satu hari.
Sedangkan di Makasar, bongkar muat dari 20 boks menjadi 42 boks, yang berdampak waktu sandar kapal hanya satu hari, dari sebelumnya dua hari. Masih di Makasar, Terminal Makassar New Port terjadi peningkatan kecepatan bongkar muat dari 20 boks menjadi 39 boks, dengan waktu sandar turun dari dua hari menjadi satu hari.
Meningkatnya kecepatan bongkar muat dan berkurangnya waktu sandar, bagi Pelindo berdampak terhadap biaya operasional yang semakin efisien. Ini terlihat dalam kinerja triwulan I tahun 2022, yang berhasil mencetak laba bersih hingga Rp 670 miliar, atau naik 67 persen dibandingkan periode sama tahun 2021.
Pencapain itu tidak membuat Pelindo puas, sehingga persero terus mengembangkan sistem agar pelabuhan peti kemas dapat terintegrasi dengan membuat Terminal Operating Sytem (TOS) Nusantara.
Berita Terkait
-
Harga Tiket ke Singapura Naik di Batam Usai Kenaikan Pajak Masuk
-
Digitalisasi Dinilai Mampu Cegah Tindak Korupsi di Pelabuhan
-
Tingkatkan Pelayanan dan Daya Saing Pelabuhan, Kemenhub Gelar Rapat Teknis Inaportnet Wilayah Timur
-
Kemenhub Gandeng US Department of Homeland Security Tingkatkan Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan
-
Kemenhub dan Ditjen Bea Cukai Terus Optimalkan Pelayanan Digital Internasional Maupun Domestik di Pelabuhan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi