Suara.com - Mantan istri pedangdut Nassar, Muzdalifah diketahui berjualan sejumlah produk di TikTok miliknya. Namun, warganet mengkritik aksi jualan Muzdalifah lantaran ia memasang harga yang sangat murah. Bahkan Muzdalifah menjual bawang goreng toplesan dengan ukuran medium dengan harga yang murah yakni Rp35 ribu.
Muzdalifah memamerkan bawang goreng toples berukuran 200-250 gram dengan harga Rp35 ribu untuk 3 toples. Selain bawang goreng, Muzdalifah juga memasarkan produk lainnya.
Dengan harga yang murah tersebut, warganet menganggap itu bisa merusak harga pasaran. Kritik pun berdatangan di media sosial X (dahulunya Twitter). Unggahan dalam X sudah ditonton lebih dari 4 juta kali. Sebelum itu, Muzdalifah diduga bangkrut lantaran live dengan berjualan tisu dan sabun.
Lantas siapakah Muzdalifah? Simak profil dan informasi seputar kekayaannya.
Profil Muzdalifah dan Kekayaannya
Muzdalifah lahir pada 15 Juni 1978 di Tangerang. Dia mulai dikenal dalam dunia hiburan setelah menikah dengan penyanyi dangdut, Nassar. Muzdalifah memiliki lima anak dari dua pernikahan, dimana empat anak adalah dari pernikahan pertamanya dan satu anak adalah anaknya dengan Nassar.
Sebelum menikah dengan Nassar, Muzdalifah membangun rumah tangga dengan seorang pengusaha bernama Nurman. Namun, pernikahannya berakhir setelah Nurman meninggal dunia pada tahun 2011.
Dua tahun setelah kepergian Nurman, Muzdalifah menikahi Nassar pada tahun 2013. Pernikahan keduanya menarik perhatian publik karena perbedaan usia mereka. Namun, pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Mereka menjalani rumah tangga selama tiga tahun dan memutuskan untuk berpisah pada tahun 2015.
Setelah bercerai dari Nassar, Muzdalifah menikah dengan Fadel Islami pada bulan April 2019. Yang menarik, Fadel Islami juga mengenal Nassar dengan baik.
Baca Juga: Muzdalifah Disebut Rusak Harga Pasar Gegara Jual Produk Murah Meriah: UMKM Kecil Jejeritan
Ternyata, Muzdalifah memiliki investasi lain yang cukup menguntungkan. Salah satunya adalah kepemilikan tanah seluas 8 hektare yang digunakan untuk menyewakan lahan tersebut kepada perusahaan yang membangun saluran listrik udara, yang sering disebut sebagai Sutet. Dalam kesepakatan tersebut, ia menerima pendapatan sewa sebesar Rp 8 miliar.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
-
Ini Bisnis Konglomerat Budi Said yang Menang Gugatan Lawan Antam Soal Emas Batangan 1,1 Ton
-
Strategi Emiten BELI Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
-
Cara Anak Usaha BUMN Sektor Logistik Cegah Praktik Korupsi
-
Muzdalifah Jualan Bawang Goreng, Lina Mukherjee Bebas dari Penjara?
-
Muzdalifah Disebut Rusak Harga Pasar Gegara Jual Produk Murah Meriah: UMKM Kecil Jejeritan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai