Suara.com - Maju Tani Nusantara terus berupaya menjawab tantangan ketahanan pangan global dengan menghadirkan perubahan besar dalam sektor pertanian di Indonesia.
Terobosan yang dilakukan Maju Tani Nusantara antara lain dengan menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan Korea Selatan. Tiga perusahaan tersebut adalah Huang Hai New Energy, Reelcause R&D dan Boseong Powertech Co, Ltd.
Kesepakatan kerja sama antara Maju Tani Nusantara dengan tiga perusahaan Korea Selatan tersebut yang dilakukan akhir pekan lalu dihadiri oleh President United Nation - World Distribution Federation (WDF) Kim Sung Hak.
Bapak Maju Tani Nusantara Moeldoko mengungkapkan, kerja sama ini adalah tonggak penting dalam perjalanan Maju Tani melakukan terobosan pertanian digital lebih yang efisien dan berkelanjutan.
Moeldoko menambahkan, tiga perusahaan dari Korea Selatan itu akan membantu pembiayaan sebesar USD 1 miliar dan juga teknologi pertanian canggih di dunia yang diharapkan bisa memberikan perubahan besar dalam dunia pertanian di Indonesia.
“Korea Selatan, yang dalam berbagai kesempatan selalu berterima kasih kepada Indonesia karena bantuan yang diberikan saa masih menjadi negara miskin, kini hendak berbalas budi. Korea Selatan yakin Indonesia akan menjadi negara ke-4 terbesar secara ekonomi pada 2040 dan Korea Selatan hendak berkontribusi dengan membangun 326 net zero energy smart city dengan komitmen bantuan tahap pertama sebesar USD 1 milliar,” kata Moeldoko ditulis Rabu (11/10/2023).
Kata Moeldoko, salah satu hal paling penting dari kerjasama ini adalah konsep Zero Energy Smart City dan Smart Farming. Dengan bantuan inovasi teknologi terbaru yang akan diperkenalkan 3 perusahaan Korea Selatan ini, dapat meningkatkan hasil pertanian lebih dari 80 kali lipat dibandingkan dengan metode tradisional.
“Ini akan membawa revolusi dalam produksi pangan Indonesia, memastikan ketersediaan makanan yang mencukupi, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Moeldoko.
Founder Maju Tani Nusantara Sofia Koswara mengaku senang dengan kerja sama yang dijalin dengan Korea Selatan ini.
Baca Juga: Dinasti Syahrul Yasin Limpo di Pemerintahan: Keluarganya Orang yang Berkuasa di Sulawesi Selatan
"Kami sangat bersemangat tentang kolaborasi ini. Investasi besar dari kedua mitra strategis kami yaitu Qatar dan Korea Selatan, baik berupa dana maupun teknologi canggih ke pertanian Indonesia akan membantu mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan pelaku pertanian, Ini adalah langkah besar menuju masa depan pertanian Indonesia yang lebih baik dalam waktu yang sangat cepat,” jelas Sofia.
Maju Tani Nusantara adalah sebuah inisiatif yang digagas untuk mempromosikan pertanian modern dan ketahanan pangan di Indonesia. Gerakan ini telah berhasil menjalin kemitraan strategis dengan beberapa negara.
Setelah beberapa waktu lalu berhasil menjalin kerja sama dengan Qatar, kali ini Korea Selatan yang tertarik untuk bekerja sama dengan membawa pembiayaan dan teknologi pertanian paling canggih di dunia saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan