Suara.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus mendorong literasi keuangan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur, salah satunya melalui acara workshop yang diselenggarakan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Workshop bertajuk “Mengelola Laporan Keuangan bagi UMKM dan Sosialisasi Platform UMKM Layak” ini digelar di Barugae Rujab Walikota Parepare, Lappade, Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (9/10/2023).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Parepare Pangerang Rahim, Ketua Dekranasda Parepare Sulawesi Selatan Erna Rasyid Taufan, Pemimpin Cabang Jamkrindo Parepare Rusdi Saleh, CEO Layanan UMKM Naik Kelas (LUNAS) Roy Baskoro, Praktisi Mode Perancang Busana Indonesia Senior Dimas Mahendra.
Wakil Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan II Jamkrindo, Anggit Murdiwibowo mengungkapkan, workshop kali ini diikuti 60 peserta dari Kota Parepare.
“Kegiatan ini merupakan bentuk konsultasi manajemen dan pemberdayaan umkm dalam program UMKM Layak di Indonesia Timur,” kata Anggit.
Peserta diharapkan memahami kondisi permasalahan dan juga alternatif solusi untuk situasi keuangan usahanya dan juga memahami manfaat pengelolaan keuangan bagi usaha mereka.
Anggit mengatakan, pemahaman dalam pengelolaan keuangan penting dimiliki oleh para pelaku UMKM. Ada dua hal utama yang patut menjadi fokus para pelaku UMKM saat ini yaitu dapat membedakan pemasukan dan pengeluaran serta memisahkan kebutuhan dan keinginan.
"Pendapatan aktif meliputi gaji dan laba usaha. Sedangkan pendapatan yang pasif adalah saham dan juga obligasi itu bisa menjadi pilihan,"lanjutnya
Dalam workshop tersebut juga dijelaskan tahapan mendiagnosis kesehatan keuangan UMKM. Langkah pertama, pelaku UMKM harus mengecek kesahatan keuangan. Pemilik UMKM harus mampu mengelola pendapatannya dengan baik dan mempunyai aset yang lebih besar daripada utang miliknya.
Baca Juga: Jamkrindo Teken Nota kesepahaman tentang Jasa Surety Bond dengan Pemkab Kuningan
Langkah kedua, UMKM diminta untuk lebih bijak menggunakan anggaran dengan memprioritaskan alokasi kebutuhan daripada keinginan. Saat sudah memiliki pengetahuan terkait metode pengecekan ini, tentu pemilik UMKM akan lebih bijak dalam menggunakan uangnya untuk hal yang lebih produktif.
Terakhir, para pelaku UMKM bisa melakukan diagnosis keuangan dengan mengacu kepada tiga aspek, yakni melihat jumlah dana di tabungan harus 6 kali dari pengeluaran bulanan, jumlah cicilan utang per bulan tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan, dan kebiasaan menabung secara rutin setidaknya 10% dari laba usaha.
Jika dari tiga aspek terpenuhi, maka keuangan UMKM tersebut dalam kondisi sehat. Sebaliknya, jika UMKM hanya memenuhi satu aspek maka kondisi keuangannya bisa jadi sakit.
Di situasi yang serba digital, Jamkrindo juga mendorong para pelaku UMKM melakukan digitalisasi laporan keuangan. Pencatatan transaksi keuangan digital akan mempermudah UMKM untuk malakukan ragam transaksi keuangan bahkan tanpa mengetahui dasar-dasar akutansi.
Dari acara yang diikutinya sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WITA, Afif pemilik MOKO Donuts mengaku pemaparan materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM khususnya di Kota Parepare.
"Menurut saya, workshop ini sangat bermanfaat karena selain ada materi pengelolaan keuangan, juga ada optimasi Google Maps dari Jamkrindo, sehingga ini sangat bermanfaat bagi UMKM, khususnya di Kota Parepare dalam mengembangkan bisnis ke depannya,"katanya.
Berita Terkait
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Kembali Gelar Workshop Pengelolaan Keuangan
-
Dorong Peningkatan Kompetensi, Jamkrindo Gelar Workshop Pengelolaan Keuangan UMKM
-
Selalu Dampingi Nasabah, PNM Tekankan Terus Literasi Keuangan
-
PNM Berikan Literasi Keuangan untuk 1.000 Nasabah Jepara
-
Literasi Keuangan RI Masih Rendah, Peran Perbankan Harus Dioptimalkan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional