Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga saham emiten milik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang bergerak liar ditengah isu sang menteri yang digadang menjadi Cawapres.
Saham yang dimaksud adalah PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) karena pola transaksi saham perseroan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal," tulis Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dan Kadiv. Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam laman keterbukaan informasi BEI dikutip Jumat (20/10/2023).
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham MARI, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sekadar informasi, pada penutupan sesi I perdagangan, Jumat (20/10/2023) siang ini, Saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) terpantau ditutup melemah -5,34% atau turun -7 point ke harga Rp124 per saham.
Hingga Jeda Siang ini, saham MARI terpantau bergerak dari batas bawah di level 121 hingga batas atas di level 139, dengan volume perdagangan 6.295.096 lot, dan nilai transaksi mencapai Rp81,2 miliar.
Padahal pada perdagangan hari Kamis (19/10/2023) saham MARI tercatat naik 33 poin atau menguat 31,13 persen ke level 140 per unit saham setelah dibuka pada level 116.
Pada level tersebut saham MARI sudah ditransaksinya sebanyak 2.01 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp253 miliar.
Baca Juga: Profil Elizabeth Tjandra, Istri Erick Thohir Mualaf yang Pernah Dikado Kambing
Naik turunnya saham MARI tak terlepas dari sentimen yang mempengaruhinya karena sang bos Erick Thohir kian santer diisukan menjadi Calon Wakil Presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam hajatan Pilpres 2024 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027