Suara.com - Resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta gencatan senjata antara Israel dan Hamas di jalur Gaza gagal, karena Amerika Serikat dan Inggris yang ngotot menolak usulan ini.
Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Robert Wood mengatakan, pihaknya tidak akan menyepakati gencatan senjata untuk saat ini.
Agenda yang digelar Senin lalu itu bukan yang pertama terjadi. Kelompok E-10, yang terdiri dari 10 anggota tidak tetap DK PBB, telah mencoba menyusun berbagai resolusi terkait konflik di Gaza. Namun, selalu terkendala oleh hak veto dari lima anggota tetap DK PBB.
Pada rancangan resolusi terbaru, Inggris dan Amerika Serikat, sebagai pemegang hak veto, menolak untuk memasukkan poin mengenai gencatan senjata hingga membuat anggota dewan terpecah.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan, negaranya meminta adanya jeda kemanusiaan di Gaza untuk melindungi warga sipil dan memungkinkan warga asing untuk meninggalkan daerah tersebut, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera.
Namun, AS masih tidak menginginkan adanya gencatan senjata di wilayah itu. Laporan yang sama mengatakan, DK PBB tidak akan mengesahkan resolusi jika 15 negara terkait belum setuju dan semua anggota tetap tidak menggunakan hak veto.
Selama ini, resolusi yang diusulkan dalam sidang DK PBB sulit mencapai kesepakatan karena adanya dukungan dan penolakan dari Amerika Serikat melalui hak veto mereka.
Berita Terkait
-
Aksi Boikot Produk Pendukung Israel Bakal Buat Masyarakat Pilih Brand Lokal? Begini Kata Pakar
-
Sebut Konflik Israel-Palestina Sangat Berbahaya, Panglima TNI Siap Kirim Kapal RS Ke Gaza
-
7 Fakta May Tager: Model Israel yang Jadi Pengganti Bella Hadid di Kampanye Terbaru Dior
-
Dior Ganti Bella Hadid yang Pro-Palestina dengan Model Israel May Tager Untuk Kampanye Terbaru: Netizen Serukan Boikot!
-
David Beckham Kenang Saat-Saat Berprofesi Jadi Sopir Taksi, Sampai di Tikungan Teriak, "I Love You!"
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta