Suara.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) telah lama menjadi pelopor dalam industri energi di Indonesia, dan mereka terus berkomitmen untuk membangun bisnis berkelanjutan yang memperhatikan tanggung jawab lingkungan dan dampak perubahan iklim.
Perusahaan ini telah memahami bahwa pemanasan global adalah masalah serius yang perlu diatasi, dan mereka ingin berkontribusi positif terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim.
MedcoEnergi berusaha memanfaatkan sumberdaya alam yang ada secara bertanggung jawab, sehingga lingkungan hidup di sekitarnya senantiasa terjaga. Mereka yakin bahwa kelangsungan bisnis MedcoEnergi dapat dipertahankan untuk generasi yang akan datang, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi pemanasan global akibat perubahan iklim.
"MedcoEnergi melakukan pendekatan terhadap keberkelanjutan bisnis dengan berpedoman pada tiga pilar utama: Kepemimpinan dari dan oleh Pekerja Kami, Pengembangan Sosial dan Lingkungan Hidup, serta Pemberdayaan Masyarakat Lokal," kata Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro ditulis Rabu (8/11/2023).
Dalam upaya untuk menghadapi perubahan iklim, MedcoEnergi telah mencanangkan Strategi Perubahan Iklim yang ambisius. Mereka berkomitmen untuk mencapai net zero emisi untuk emisi Cakupan 1 dan 2 pada tahun 2050, serta Cakupan 3 pada tahun 2060.
Langkah-langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menangani perubahan iklim dan menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Salah satu strategi utama yang ditempuh oleh MedcoEnergi adalah melakukan transisi energi menuju energi rendah karbon yang terjangkau. Hilmi Panigoro, telah mengungkapkan tekad perusahaan untuk terus berupaya dalam hal ini. Transisi energi adalah langkah kunci dalam mencapai target net zero emisi, dan MedcoEnergi sedang berupaya untuk menjadi pelopor dalam hal ini.
Keberhasilan MedcoEnergi dalam mengikuti strategi ini telah diakui dengan pemberian empat penghargaan dari SKK Migas. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya MedcoEnergi dalam mengembangkan energi berkelanjutan dan berkontribusi pada penanggulangan perubahan iklim telah membuahkan hasil positif.
Selain dampak lingkungan dan upaya perubahan iklim, MedcoEnergi juga telah mencapai pencapaian finansial yang signifikan. Laba bersih perusahaan selama sembilan bulan pertama tahun 2023 mencapai AS$242 juta, sementara EBITDA mencapai AS$941 juta.
Baca Juga: Laba Bersih MedcoEnergi Tembus 242 Juta Dolar AS Hingga Kuartal III/2023
Produksi minyak dan gas yang stabil sebesar 161 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) dari tahun ke tahun menunjukkan keseriusan MedcoEnergi dalam menjaga kelangsungan operasional mereka.
MedcoEnergi juga tidak lupa untuk berinvestasi dalam pengembangan sumber daya alam yang berkelanjutan. Dengan belanja modal yang digunakan untuk pengembangan Natuna, Corridor, dan Ijen, perusahaan ini mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam industri energi berkelanjutan.
Dalam keseluruhan, MedcoEnergi adalah contoh nyata perusahaan yang berkomitmen dalam membangun bisnis berkelanjutan yang peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi pada penanggulangan perubahan iklim.
Melalui pencapaian finansial yang kuat, upaya transisi energi, dan komitmen terhadap net zero emisi, MedcoEnergi memberikan contoh bagi perusahaan lain dalam upaya menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga
-
DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara