Suara.com - Starbucks Corporation, yang berpusat di Seattle, mengalami kerugian lebih dari US$11 miliar (sekitar Rp171.3 triliun) dalam menghadapi aksi boikot internasional sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina dan sebagai bentuk protes terhadap pandangan pro-Israel perusahaan.
Sejak 16 November 2023, saham Starbucks terus merosot, mengalami penurunan sebesar 8,96 persen, mencatatkan kerugian terendah sejak tahun 1992. Nilai per lembar saham Starbucks saat ini diperkirakan berada di sekitar US$95 (sekitar Rp1,4 juta), turun dari kisaran sebelumnya yang mencapai US$115 (sekitar Rp1,7 juta).
Salah satu kontributor utama dari kerugian Starbucks adalah aksi boikot yang dipimpin oleh serikat pekerja mereka, Starbucks Workers United, yang terdiri dari barista-barista yang mengekspresikan solidaritas dengan Palestina yang tengah menghadapi serangan dari Israel sejak Oktober 2023.
Boikot terhadap Starbucks sudah lama diwacanakan sebelumnya, terutama karena mantan CEO Starbucks, Howard Schultz, dikenal sebagai pendukung Israel dalam menjajah Palestina.
Dampak finansial Starbucks semakin meluas dengan pemotongan tenaga kerja di waralaba-waralaba mereka di Mesir, yang direalisasikan sebagai respons terhadap boikot tersebut.
Selain dari dampak boikot, penurunan saham Starbucks juga dipengaruhi oleh kegagalan produk andalannya, Red Cup Day, yang merupakan promosi yang memberikan gelas daur ulang berwarna merah kepada pelanggan sebagai tanda dimulainya musim liburan.
Dikutip dari Bloomberg, Red Cup Day, yang biasanya mendapatkan respon positif, tahun ini mengalami penurunan partisipasi akibat dari aksi mogok kerja para karyawan yang mengganggu layanan di lebih dari 200 lokasi di Amerika Serikat.
Penjualan Red Cup Day pada tahun 2022 meningkat hingga 81 persen, sementara pada tahun ini hanya mencapai 31,7 persen.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tangani Aksi Boikot Produk Israel Efek Kekhawatiran PHK Massal
Berita Terkait
-
Babak Belur Kena Boikot, Starbucks dan H&M Tutup di Maroko
-
Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Dampak Boikot Produk Israel: Penjualan Menurun
-
Monas Memutih, Free Palestine Menggema di Reuni Akbar 212
-
Donasi dari Masyarakat Bukti Indonesia Dukung Perjuangan Rakyat Palestina
-
Pemerintah Diminta Tangani Aksi Boikot Produk Israel Efek Kekhawatiran PHK Massal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!
-
Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026
-
Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik
-
Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak
-
Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
-
Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026