Suara.com - Bitget, exchange mata uang kripto dan perusahaan Web3 di dunia telah merilis Laporan Valuasi Dana Perlindungan untuk bulan November 2023 yang menampilkan nilai tertinggi sepanjang masa sebesar $410 juta.
Dengan rata-rata lebih dari $400 juta untuk bulan November, angka ini merupakan nilai tertinggi dari dana Perlindungan sejak pertama kali diluncurkan.
Dana Perlindungan Bitget berdiri sebagai salah satu dana asuransi mandiri (self-insured) terbesar di kripto. Dana ini membangun kepercayaan di antara para pengguna dengan lapisan perlindungan ekstra karena melindungi aset kripto dari peretasan, penipuan, dan kondisi pasar yang ekstrem.
Dana Perlindungan sepenuhnya didanai sendiri (self-funded), sehingga memberikan fleksibilitas dan otonomi operasional yang tinggi. Dana ini merupakan perisai keuangan yang kuat yang dimaksudkan untuk melindungi kepentingan finansial pengguna Bitget. Pendekatan ini memungkinkan cakupan aset yang cepat dan efisien tanpa birokrasi eksternal atau kebutuhan untuk penyesuaian kebijakan.
Untuk lebih meningkatkan stabilitas dan likuiditasnya terhadap faktor eksternal, dana ini mencakup portofolio yang terdiversifikasi dari mata uang kripto dengan likuiditas tinggi seperti BTC, USDT, dan USDC.
Untuk bulan November, Dana Perlindungan Bitget mempertahankan pertumbuhan yang sangat stabil sesuai pergerakan pasar, mencapai nilai tertinggi sepanjang masa sebesar lebih dari $410 juta pada tanggal 16 November 2023.
"Di Bitget, kami terdorong untuk memberikan pengguna layanan yang lebih baik daripada exchange tradisional. Kami senantiasa berkomitmen untuk melindungi pengguna kami dan menciptakan pengalaman kripto dengan ekosistem produk kelas dunia. Keamanan adalah prioritas dan melindungi kepentingan pengguna adalah hal yang membuat orang memilih kami dalam hal kripto," ungkap Managing Director Bitget, Gracy Chen.
Tag
Berita Terkait
-
Ditanya Prabowo Bagaimana Atasi Pengangguran? Jawaban Ganjar: Buka Ruang Investasi Besar
-
Danareksa Sebut Investor Mau Gelontorkan Dana Hingga Rp 3 Triliun di KITB
-
Cara Investasi Reksadana BRI Agar Cuan, Mudah
-
Daftar Investasi SBN lewat BRImo: Mudah, Aman, dan Terjamin
-
Pemerintah Getol Percepat Perpanjangan Izin Freeport, Bahlil Angkat Suara
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak