Suara.com - Usai memutuskan untuk bekerjasama dengan cara mengakuisisi 75% saham Tokopedia, banyak orang mempertanyakan kapan TikTok Shop akan buka lagi.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan bahwa TikTok akan memegang 75,01 persen sahamnya. Meski begitu, pihak GOTO memastikan bahwa seller di Tokopedia tidak akan terkena dampaknya saat TikTok Shop sudah kembali buka.
Berdasarkan email yang dikirim ke para seller, pihak TikTok menyampaikan bahwa penjual sudah bisa kembali mengakses dan mengelola produk-nya di Seller Center pada hari Senin (11/12/23).
Pelanggan akan kembali bisa bertransaksi di TikTok Shop pada hari Selasa (12/12/23). Momen ini bertepatan dengan peringatan 12.12 yang memang diperingati sebagai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
“Mulai Senin, 11 Desember 2023 pukul 09.00 WIB, Seller sudah bisa mengakses dan mengelola produk di Seller Center. Pelanggan juga sudah bisa mulai membeli produk melalui Shop Tab, Video Pendek, dan sesi Live di aplikasi TikTok pada hari Selasa, 12 Desember 2023,” tulis TikTok dalam email yang dibagikannya.
Dengan beredarnya email tersebut, maka aktivitas jual beli di TikTok yang terhenti sejak 4 Oktober 2023 lalu ini akan bisa digunakan kembali.
Baik pihak Tokopedia maupun TikTok menjelaskan bahwa keputusan kerja sama ini dilakukan demi mendorong pertumbuhan UMKM.
Pembukaan perdana TikTok Shop pada tanggal 12 Desember esok hari adalah masa uji coba dengan kampanye Beli Lokal. Dengan begitu, Tokopedia dan TikTok akan fokus mempromosikan merchant asal Indonesia.
Kerja sama TikTok dan Tokopedia
Baca Juga: TikTok Shop Buka Lagi, Menkop: Jangan Jual Produk Impor
Demi bisa bekerja sama, TikTok akan menginvestasikan dana senilai 1,5 miliar dollar atau sekitar Rp23,4 triliun ke Tokopedia. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen jangka panjang untuk mendukung operasional Tokopedia.
Keduanya berkomitmen untuk menciptakan jutaan lapangan pekerjaan selama lima tahun mendatang.
Selain itu, diketahui juga bahwa sejauh ini, 90% merchant yang terdaftar di Tokopedia dan TikTok merupakan pelaku bisnis UMKM.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
TikTok Berhasil Kembali ke E-Commerce Indonesia dengan Kuras Kocek Sebesar Rp23 Miliar
-
TikTok Shop Buka Lagi via Tokopedia, Kominfo Ingatkan Wajib Daftar PSE
-
Pasar RI Menggiurkan, TikTok Rela Rogoh Kocek Rp23 Triliun Demi Bisa Jualan Lewat Tokopedia
-
TikTok Shop Buka Lagi, Mendag Zulkifli: Tidak Boleh Lakukan Transaksi di Aplikasi
-
TikTok Shop Buka Lagi, Menkop: Jangan Jual Produk Impor
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana