Hal ini menjadi sangat penting, dimana knowledge management melalui implementasi teknologi industry 4.0 merupakan langkah fundamental yang harus dikembangkan perusahaan dalam mendorong produktivitas, untuk mencapai target kinerja dengan lebih optimal.
Maka dari itu, House of Future merupakan bentuk kesiapan Pupuk Kaltim dalam menghadapi tantangan industri melalui penyiapan sumberdaya berkompeten, profesional dan berdaya saing yang siap mendukung kinerja unggul Perusahaan.
"Pupuk Kaltim senantiasa berkomitmen untuk memaksimalkan knowledge management melalui berbagai program, khususnya kepada karyawan dengan job scope di bidang operasi. Maka dengan keberadaan House of Future ini, segala jenis peningkatan kompetensi yang berhubungan dengan proses produksi dapat dilaksanakan di House of Future, termasuk benchmark terkait implementasi teknologi digital di bidang industri," terang Soesilo.
Dikatakannya, Pupuk Kaltim sebagai Perusahaan amoniak dan urea terbesar di Indonesia harus didukung sumberdaya unggul berkompeten dalam meningkatkan produktivitas kinerja, dengan fasilitas yang juga teruji untuk memaksimalkan kompetensi dalam meningkatkan daya saing secara global.
Dan pada akhirnya, House of Future pun diharapkan dapat menjadi Centre of Excellence Digital untuk pembelajaran pabrik Urea dan Ammonia di Indonesia bahkan Dunia.
"Dari hal tersebut, dapat semakin menunjukkan eksistensi Pupuk Kaltim sebagai perusahaan inovatif dengan berbagai breakthrough project yang akan membawa Perusahaan menjadi top leader di dunia industri global," pungkas Soesilo
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi