Maka, tegas Prof. Chairy, berkolaborasi dengan pihak China, termasuk kalangan korporasinya, menjadi sangat penting sangat penting bagi Presuniv.
“Itu sebabnya kami sangat mendukung kegiatan Promoting People-to-People Ties and Building a Better Home Together yang diselenggarakan oleh CICG,” tegas dia.
Menurut Prof. Chairy, Presuniv juga sudah sejak lama berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan asal China, termasuk mereka yang beroperasi di Indonesia.
Kerja sama tersebut dilakukan lewat berbagai bentuk. Di antaranya, pemberian beasiswa dari perusahaan-perusahaan asal China, Beasiswa ini bukan hanya untuk mahasiswa asal China, tapi juga mahasiswa dari Indonesia.
Bentuk kerja sama lainnya adalah kuliah tamu yang menghadirkan para pembicara dari China, bahkan termasuk di antaranya Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang.
Selain itu, mahasiswa dan dosen Presuniv juga kerap melakukan company visit atau kunjungan ke perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia. Kegiatan lainnya, papar Prof. Chairy, adalah rekrutmen mahasiswa untuk magang maupun lulusan baru.
Selain yang bernuansa akademis, mahasiswa asing yang kuliah di Presuniv juga diajak terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pengabdian kepada masyarakat, termasuk juga kegiatan seni, olahraga dan budaya.
“Kegiatan yang melibat mahasiswa asing semacam ini sangat penting untuk membangun atmosfer internasional di Presuniv. Selan itu, melalui kegiatan bersama tersebut, kami ingin membangun sikap toleran, mau saling memahami dan saling mengerti antara sesama mahasiswa asing, serta mahasiswa asing dengan mahasiswa Indonesia,” pungkas Prof. Chairy.
Baca Juga: UMB Gandeng Universitas Islam As-Syafiiyah dan PNM Bantu Keberlanjutan UMKM
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya