Salah satu rekomendasi platform online atau aplikasi investasi emas adalah Cermati. Cermati sendiri sudah bekerja sama dengan Treasury, penyedia emas berlisensi yang telah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI.
Jangan Sembarangan Mengumbar Informasi Pribadi
Saat berinvestasi, menjaga informasi pribadi menjadi prioritas yang tak boleh diganggu gugat, terlebih jika menggunakan layanan online. Sebab, jika sampai akun investasi emas online milik Anda diretas oknum tak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin tabungan emas Anda akan dikuras habis. Karenanya, jaga baik-baik PIN, kata sandi, dan e-mail yang Anda gunakan pada layanan investasi emas digital ini agar tak sampai diketahui oleh orang lain.
Cari Tahu Beban Biaya dan Komisi dari Platform
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, harga beli emas di toko dan harga jualnya oleh investor memiliki selisih yang cukup signifikan. Misalnya, untuk hari ini, harga beli emas adalah 1 juta, sementara harga jualnya hanya 900 ribuan. Untuk bisa merealisasikan keuntungan, Anda harus menunggu harga jual emas di toko emas lebih tinggi dari harga belinya, yaitu di atas 1 juta.
Di samping itu, jika menggunakan platform online, sadari jika tidak jarang penyedia layanan tersebut membebankan biaya layanan pada setiap nasabahnya. Beberapa platform juga memiliki kebijakan biaya komisi yang bisa memangkas potensi keuntungan Anda saat investasi emas. Mengetahui hal tersebut, cek biaya layanan, biaya komisi, dan biaya administrasi di sejumlah platform dan bandingkan mana yang menurut Anda paling menguntungkan.
Siap Mendulang Cuan Melimpah dari Investasi Emas?
Pada dasarnya, emas adalah instrumen investasi yang cocok dan ideal dijadikan pilihan oleh investor pemula karena segudang keunggulannya. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang jelas agar tak menelan kerugian dari aktivitas investasi tersebut. Nah, setelah mengetahui 5 tips investasi emas untuk pemula di atas, apakah Anda siap mendulang cuan melimpah dari instrumen ini?
Berita Terkait
-
Setelah Anjlok, Hari Ini Emas Antam Bertahan di Harga Rp 1.319.000/Gram
-
Jalin Kerja Sama, UMKM Tangerang Raya Buka Gerai di Lokasi Bisnis Perhotelan
-
Pantas Mampu Bangun Masjid di Uganda, Ini Sederet Bisnis dan Kekayaan Ivan Gunawan, Pernah Di-endorse Rp 1 M
-
Tragis! Wanita Asal Medan Ini Dieksploitasi Seksual Rekan Bisnis, Suaminya Malah Dipolisikan
-
Nabung Emas Gak Perlu Keluar Rumah, Cukup Jadi Nasabah BRI dan Simak Caranya!
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia