Suara.com - Waskita Raya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi yang berdiri pada 1 Januari 1961 lalu. Perusahaan ini merupakan salah satu kontraktor dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang konstruksi, dan menghasilkan berbagai proyek besar di Indonesia.
Sejarah Waskita Karya
Seperti yang disebutkan sebelumnya, perusahaan ini didirikan oleh Adriaan Volker dengan nama Volker Aannemings Maatschappij N.V pada era kolonial Belanda jauh sebelum 1913.
Awalnya perusahaan ini dioperasikan oleh Belanda, namun kemudian diambil alih oleh pemerintah Indonesia melaluI Keputusan Pemerintah Nomor 62 Tahun 1961.
Di fase awal berdirinya Waskita Karya, fokus kegiatan yang dilakukan adalah proyek pengerukan, irigasi, reklamasi, dan pembangunan pelabuhan. Namun demikian di tahun 1973 perusahaan ini berubah status menjadi perseroan, dan melakukan perluasan bisnis di bidang kontraktor umum untuk proyek pembangunan fasilitas umum.
Tahun 1980 kemudian Waskita Karya mulai menerapkan teknologi canggih dalam setiap proyeknya. Hal ini terjadi lewat kerja sama bisnis dengan perusahaan asing, dan salah satu hasil terbesarnya adalah proyek pembangunan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang.
Terancam Bangkrut Tahun 2024
Kondisi sulit Waskita Karya sudah berhembus kencang sejak beberapa tahun belakangan. Meski kemudian dilakukan restrukturisasi, hal ini tidak lantas menyelesaikan masalah yang mengakar di BUMN tersebut.
Beberapa fakta muncul pada saat adanya isu kebangkrutan BUMN yang satu ini.
Baca Juga: Katanya Bangkrut Gegara Nyaleg, Dede Sunandar Kini Pamer Mobil Baru Seharga Miliaran
- Pertama, tentang layangan gugatan PKPU dari PT Megah Bangun Baja Semesta. Gugatan ini diterima pada 17 Februari 2023 lalu terkait permintaan pelunasan utang senilai Rp2,93 miliar
- Kedua, tidak bisa bayar bunga obligasi ke-11, karena tidak diperolehnya persetujuan dari Pemegang Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2020 seri B atas permohonan untuk menunda Pembayaran Bunga semula pada 6 Mei 2023 menjadi 6 Agustus 2023
- Ketiga, kasus korupsi direktur utama, atas nama Destiawan Soewardjono yang melakukan penyimpangan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016 hingga 2020
- Keempat, penundaan pencairan PMN oleh Menteri Keuangan untuk tahun anggaran 2021 dan 2022
- Kelima, penggabungan Waskita daengan HK oleh Menteri BUMN
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Tak Hanya Rombak Manajemen, Erick Thohir Semarakkan Transformasi BUMN Lewat Perayaan Dharma Santi Nyepi
-
Saham WSKT Berpotensi Delisting Usai Dua Tahun Suspensi, Manajemen Beri Tanggapan
-
BRI Jadi Salah Satu Pilar Utama Pembiayaan 44 juta Pelaku UMKM Ultra Mikro
-
Pernah Bangkrut sampai Berutang ke Mertua, Epy Kusnandar Kini Malah Ditangkap Akibat Narkoba
-
Katanya Bangkrut Gegara Nyaleg, Dede Sunandar Kini Pamer Mobil Baru Seharga Miliaran
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Luhut Soroti Praktik Pengusaha Pecah Usaha Demi Hindari Pajak
-
USS OCBC Catat Jumlah Tabungan Nasabah Emas Tembus 223 Persen
-
Perkuat Stabilitas Rupiah, KBI Ditunjuk Jadi Lembaga Kliring Derivatif Pasar Uang dan Valas
-
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen
-
Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025
-
Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan
-
Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile