Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua saat ini fokus kepada pembangunan ekonomi hijau dan biru. Pasalnya hampir 90 persen wilayah setempat memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang baik sehingga harus dikelola secara optimal.
Dikutip dari kantor berita Antara, demikian disampaikan Derek Hegemur, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua.
Di Jayapura, pada Rabu (5/6/2024) ia menyatakan pascaterbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB), maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun. Kondisi ini menjadi tugas bersama dalam membangun ekonomi hijau dan biru.
"Pembangunan ekonomi biru dan hijau fokus utamanya adalah pengembangan sektor kelautan dan pertanian, sehingga ini yang menjadi perhatian bersama agar potensi ini bisa menjadi sumber PAD bagi Provinsi Papua," ungkap Derek Hegemur.
Menilik titik berat pembangunan biru dan hijau Pemerintah Provinsi Papua, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua turut mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di Provinsi Papua.
Sebagai pengusaha, adalah niat mereka untuk membantu mewujudkan pembangunan berdasarkan kondisi wilayah setempat yang memiliki alam kaya.
Tulus Sianipar, Ketua Apindo Papua di Jayapura pada Kamis (6/6/2024) menyatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Papua akan terus memperhatikan sumber ekonomi baru pascapembentukan DOB. Pasalnya inilah salah satu upaya yang baik dari segi administrasi negara.
"Karena hal ini akan berdampak kepada sumber pendapatan di Provinsi Papua, perlu ada pengembangan industri baru guna mendukung peningkatan ekonomi setempat salah satunya industri sawit," lanjut Tulus Sianipar.
Salah satu upaya adalah peningkatan ekonomi baru melalui pengembangan industri hijau seperti industri sawit sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: 3 Anak Penyanyi Legendaris Michael Jackson Terancam Kehilangan Warisan Cuan
"Sehingga kami berharap agar Pemerintah Provinsi Papua bisa memaksimalkan sumber perekonomian baru, seperti hasil laut, sektor pariwisata, ekonomi hijau dan sektor jasa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Tanpa Perlindungan, Transisi Energi Ancam Hak Pekerja: Mengapa?
-
DPR Buka Ruang untuk Buruh Susun UU Ketenagakerjaan, Target Rampung 2026
-
Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Sepenuhnya oleh Rakyat
-
Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini