Suara.com - Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, hingga Mei 2024 terdapat 454.272 Warga Negara Asing (WNA) Australia yang berkunjung ke Bali. Artinya, saat ini Negeri Kanguru menjadi negara dengan jumlah kedatangan WNA tertinggi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi, maskapai Batik Air dengan pesawat Airbus A320 tiba perdana di Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan nomor penerbangan ID-6014 pada Jumat (14/6/2024).
Mengangkut 124 penumpang dari Canberra ke Denpasar, Batik Air tiba pukul 13.36 WITA.
Kemudian pesawat kembali terbang menuju Canberra dengan nomor penerbangan ID-6015 pada hari Sabtu (15/6/2024) pukul 22.10 WITA.
Lewat pembukaan rute ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai bisa kembali menambah rute internasional menjadi 35 rute dengan 38 maskapai yang melayani.
Khusus Australia, tambahan rute dari dan menuju ibu kota Australia, Canberra ini menyusul delapan rute sebelumnya. Yaitu Sydney, Perth, Cairns, Gold Coast, Brisbane, Melbourne, Adelaide, dan Darwin yang dilayani delapan maskapai.
“Dengan beroperasinya Batik Air rute Canberra-Denpasar sejak Jumat pekan lalu, saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melayani sembilan rute penerbangan langsung menuju Australia,” jelas Handy Heryudhitiawan, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Ia menyambut baik bahwa bandara yang berlokasi di ibu kota Provinsi Bali, Denpasar ini dapat kembali menambah rute internasional menjadi 35 rute dengan 38 maskapai yang melayani.
Sekaligus optimis mengingat rute Canberra ini menjanjikan dan dapat meningkatkan konektivitas kedua negara. Di mana Australia menjadi negara pengirim wisatawan dengan jumlah terbanyak ke Bali.
Baca Juga: Pasar Kreatif Bandung 2024 Hadirkan 236 UMKM, Siap Tembus Omzet Rp 9,3 M Hasil Tahun Lalu?
Berita Terkait
-
Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah
-
Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani
-
Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP