Suara.com - Sekarang banyak orang jadi ingin tahu Sritex pabrik apa sejak dikabarkan bangkrut. Sritex merupakan sebutan populer untuk PT. Sri Rejeki Isman Tbk dan perusahaan ini memiliki kode saham SRIL. Jika kamu belum tahu Sritex pabrik apa, simak uraian profil Sritex di bawah ini.
Sritex pernah jadi sorotan ketika Prabowo-Gibran akan maju sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Pada Januari 2024 lalu, Gibran bahkan sempat mengunjungi pabrik Sritex yang berlokasi di Sukaharjo dan ia juga menemui karyawan Sritex.
Sritex atau PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan salah satu perusahaan raksasa tekstik di Indonesia. Perusahaan ini didirikan tahun 1966 dan berkembang menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan terkenal mampu memproduksi produk tekstil berkualitas tinggi seperti seragam militer, rompi anti peluru, dan tekstilrumah tangga. Perusahaan bahkan pernah mendapatkan pesanan dari Nato. Produk Sritex diekspor ke berbagai negara di kawasan Amerika Serika,Eropa, dan Timur Tengah.
Terlilit Utang
Sayangnya, pabrik tekstil terbesar Indonesia ini sudah tidak dapat menunjukkan keperkasaannya. Sritex dinyatakan pailit pada 2023 karena terjerat utang yang lebih banyak daripada nilai aset mereka. Berdasarkan laporan keuangan mereka, ekuitas perusahaan negatif, menandakan defisit modal dan kondisi perusahaan kritis.
Utang Sritex mencapai Rp24,3 triliun, jauh lebih banyak dari nilai asetnya yang hanya Rp10,3 triliun. Penurunan pendapatan secara drastis terjadi ketika terjadi pandemi Covid-19. Pandemi telah menghantam industri global dan Sritex ikut kena dampaknya.
Selain itu, Sritex tidak mampu bertahan dari persaingan ketat yang terjadi di pasar globa. Belum lagi, keuangan Sritex diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Petinggi Sritex sedang melakukan upaya penyelamatan dengan melakukan restrukturisasi utang perusahaan. Kreditur menyetujui proposaltersebut, tetapi masa depan Sritex tetap masih belum pasti.
Sejarah Sritex
Dikutip dari sritex.co.id, perusahaan didirikan oleh H.M Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo tahun 1966. Di tahun 1968, H.M Lukminto membuka pabrik cetak pertamanya dan menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo.
Baca Juga: Pabrik Terancam Bangkrut, Bos Sritex Ternyata Punya Museum Pribadi Simpan Mobil Klasik
Berlanjut di tahun 1978, Sritex terdaftar di Kementerian Perdagangan sebagai perseroan terbatas. Lalu di tahun 1982, didirikanlah pabrik tenun pertama.
Masa Jaya Sritex
Tahun 1992 tampaknya menjadi permulaan masa jaya Sritex. Perusahaan memperluas pabrik dengan empat lini porduksi antara lain pemintalan, penenunan, sentuhan akhir, dan busana dalam satu atap. Dua tahun kemudian, perusahaan mendapatkan pesanan dari NATO dan tentara Jerman.
Sejak itu, perusahaan semakin terkenal sebagai perusahaan raksasa yang memiliki kualitas tinggi. Sritex bahkan berhasil selamat dari krisis moneter di tahun 1998. Lepas dari krisis Moneter, di tahun 2001, Sritex melipatgandakan pertumbuhannya sampai delapan kali lipat.
Di tahun 2013, Sritex melakukan penawaran saham kepada masyarakat umum. Dengan kode saham SRIL, Sritex melantai di Bursa Efek Indonesia.
Perkembangan Sritex yang gemilang ini membuahkan penghargaan. Di tahun 2014, Iwan S. Lukminto mendapatkan anugerah penghargaan sebagai Businessman of the Year dari Majalah Forbes Indonesia dan juga sebagai EY Entrepreneur of the Year tahun 2014 dari Erns and Young. Akan tetapi sekitar sembilan tahun kemudian sejak saat itu, atau tahun 2023, perusahaan dinyatakan terlilit utang dan akan bangkrut jika tidak ada penyelamat keuangan mereka.
Demikian itu informasi Sritex pabrik apa. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Pabrik Terancam Bangkrut, Bos Sritex Ternyata Punya Museum Pribadi Simpan Mobil Klasik
-
Profil Pabrik Tekstil Sritex: Dulu Bangga All In Prabowo-Gibran, Kini Terancam Gulung Tikar
-
Zulhas Bantah Permendag No 8 Tahun 2024 Jadi Penyebab Perusahaan Tekstil Bangkrut
-
Pabriknya Terancam Bangkrut, Bos Raksasa Tekstil Sritex Memohon Ini ke Gibran
-
Menakar Kekayaan Bos Pabrik Tekstil Sritex, Kini Terancam Bangkrut Usai Sempat All In Prabowo-Gibran
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo
-
Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce
-
Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini
-
Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah
-
Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen
-
Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050
-
BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980