Suara.com - Hinduja, keluarga terkaya di Inggris kini mendekam di jeruji besi. Hal ini, setelah Pengadilan Swiss memberikan hukuman penjara ke empat anggota keluarga terkaya tersebut.
Menukil AFP, Senin (24/6/2024), Hakim menemukan bukti bila mereka mengeksploitasi para pekerja rumah tangga (PRT) asal India di rumah mewah Hinduja di Jenewa, Swiss.
Prakash Hiduja dan istrinya divonis penjara empat tahun enam bulan. Sedangkan putra dan menantu mereka, Ajay dan Namrata dihukum penjara selama empat tahun.
Para PRT itu mendapat gaji kecil dan berpendidikan rendah. Hal ini membuat mereka tak mengerti apa saja hak-hak mereka sebagai pekerja.
Besaran gaji yang didapat sebesar USD 450 atau Rp7,4 juta. Angka ini terbilang kecil 90 persen di bawah upah minimum yang diberlakukan pemerintah Swiss. Para PRT bekerja 8 jam sehari. Semua paspor mereka juga disita keluarga Hinduja.
Berdasarkan data Forbes, keluarga India tersebut berperingkat 7 sebagai orang terkaya di India pada 2023. Lalu pada 2022, mereka ada di urutan 146 miliader dunia.
Adapun kekayaannya mencapai USD 20 miliar atau setara Rp328 kuadriliun.
Menjadi keluarga kaya di Inggris, berawal dari sang ayah Parmanand Deepchand Hinduja yang berbisnis di Sindh, India berpindah ke Iran pada 1919. Kemudian anak-anaknya memindahkan lagi pusat bisnis dari Iran ke London sejak 1979.
Kemudian bisnis tersebut diperluas lagi secara global, mulai dari industri media hiburan, perumahan, kesehatan dan pengembangan proyek.
Baca Juga: Setelah PHK Tokopedia, Pengusaha Pribumi Khawatir UMKM Lokal Kalah Saing dengan Produk Impor
Sepanjang keempat anaknya memimpin perusahaan mendiang ayah, ada satu perjalanan bisnis yang paling terkesan rehabilitasi gedung Old War Office menjadi hotel mewah bintang lima di London.
Gedung tersebut dulunya markas Winston Churchill. Adapun nilai fantastis rehabilitasi bangunannya mencapai 350 juta poundsterling. Kini, hotel itu lengkap dengan ballroom untuk 600 tamu, 85 apartemen, bar rooftop dan fasilitas mewah lainnya.
Pada 1984, keluarga Hinduja mengakuisi Gulf Oil. Lalu pada 1987, mengakuisisi Ashok Leyland yang merupakan produsen kendaraan terbesar di India.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Tenor Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun, Pemerintah Klaim Cicilan Lebih Ringan
-
CEO World Economic Forum Mundur Usai Hubungannya dengan Jeffrey Epstein Terkuak
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara