Suara.com - Pada Kamis (27/6/2024), di Denpasar, Bali digelar business matching Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dipaparkan bahwa nilai transaksi UMKM oleh pembeli di Bali sejak 2020 hingga kuartal kedua 2024 mencapai Rp 130 miliar dengan 7.025 transaksi.
Dari 2020 hingga kuartal kedua 2024, terdapat 2.909 transaksi di Bali dengan nilai mencapai Rp 154 miliar ditransaksikan ke penjual di luar Bali.
Dikutip dari kantor berita Antara, dalam kegiatan business matching tadi, Pemerintah Provinsi Bali memfasilitasi 225 ribu pelaku UMKM setempat untuk memperluas pangsa pasar melalui kanal digital. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan lapangan kerja.
Business matching ini adalah salah satu fasilitas atau ajang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli dari berbagai kalangan yang diselenggarakan oleh Pasar Digital (PaDi) UMKM.
PaDi UMKM sendiri adalah wadah digital yang dilaksanakan oleh Telkom Indonesia atas inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berdiri pada 2020.
"UMKM bisa menambah omzet, terutama menambah penghasilan dan menumbuhkan ekonomi Bali, menuju Indonesia emas 2045," jelas I Wayan Ekadina, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali.
Sekitar 50 perwakilan pelaku UMKM berbagai bidang mengikuti sesi pemasaran melalui pemaparan produk secara langsung sekaligus menjalin jejaring dengan para calon pembeli yang berasal dari BUMN, kementerian atau lembaga, pemerintah daerah hingga swasta di wilayah Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara.
"UMKM adalah kelompok usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali dan tahan terhadap guncangan ekonomi," lanjut I Wayan Ekadina.
Untuk menumbuhkan UMKM perlu adaptasi teknologi untuk memudahkan bertransaksi dan memperluas pemasaran yang saat ini disediakan PaDi UMKM.
Baca Juga: Hasil Perikanan Manggarai Barat Bukukan Cuan Rp 1 M, Produk UMKM Ikut Diekspor
Skema langsung antara pelaku bisnis (B2B) dapat memfasilitasi UMKM memperoleh jaringan pasar yang lebih luas termasuk BUMN.
"Butuh dorongan dan komitmen untuk akselerasi belanja melalui PaDi UMKM sebagai upaya mempertemukan mereka dengan BUMN dan pengusaha swasta," lanjut I Wayan Ekadina.
Berdasarkan data Kementerian BUMN, nilai transaksi belanja di PaDi UMKM oleh sejumlah BUMN kepada UMKM mencapai Rp 11 triliun pada 2020 di seluruh Indonesia.
Kemudian, nilai transaksi meningkat signifikan pada 2023 mencapai Rp 44 triliun.
Meski begitu, potensi belanja masih bisa ditingkatkan lagi karena belanja produk dalam negeri BUMN pada 2023 mencapai Rp 909 triliun.
PaDi UMKM mencatat jumlah penjual UMKM di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara hingga 21 Juni 2024 mencapai 10.889 pelaku usaha dengan 171.817 jumlah produk.
Berita Terkait
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Satu Klik Menentukan Nasib: Cara Menguji Link Biar Data Digitalmu Tetap Aman
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah
-
82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono