Suara.com - PT Nayaka Era Husada sebagai penyelenggara Program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat kembali meraih Sertifikasi Akreditasi Paripurna dalam mengelola Klinik Pratama. Setelah sukses meraih Sertifikasi Akreditasi Paripurna untuk 55 Klinik yang tersebar diberbagai wilayah pulau Jawa, Sumatera dan NTB di tahun 2023, kini Nayaka kembali meraih hasil sempurna dalam mengelola 6 Klinik Perusahaan PT. HM Sampoerna yang berada di Surabaya, Malang, Probolinggo, Sukorejo Pasuruan dan Karawang dengan predikat Sertifikasi Akreditasi Paripurna pada bulan Mei Tahun 2024 dari Kementerian Kesehatan RI.
Berdasarkan Permenkes/PMK Nor 34 tahun 2022 serta Keputusan Menteri/KMK No 1983 Tahun 2022 telah mewajibkan untuk setiap fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi untuk memenuhi standar Akreditasi yang ditetapkan Pemerintah.
Tujuan Akreditasi ini untuk meningkatkan mutu kerja dengan perbaikan berkelanjutan pada system penyelenggaraan pelayanan klinis sesuai standar akreditasi klinik, yakni meliputi tata Kelola klinik, peningkatan mutu dan Kesehatan pasien serta penyelenggaraan Kesehatan perorangan.
Fasilitas kesehatan bagi karyawan sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pekerja dengan layanan yang aman, nyaman dan bertatakelola baik, wajib dipenuhi oleh Pengelola Klinik sesuai ketentuan peraturan pemerintah.
Bertempat di Ruang Jawara Plant HM Sampoerna Rungkut II Surabaya pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2024, Direksi PT Nayaka Era Husada menyerahkan secara langsung Sertifikasi Akreditasi Paripurna kepada 6 Penanggungjawab Klinik HM Sampoerna yang dihadiri dan disaksikan Manajemen PT HM Sampoerna.
Dalam sambutannya Direktur PT. Nayaka Era Husada, Tri Candra Kartika menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Manajemen PT. HM Sampoerna yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya untuk mengelola 6 klinik perusahaan sehingga dapat meraih Sertifikasi Akreditasi Paripurna.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan standar layanan yang bermutu dan berkualitas bagi karyawan perusahaan, peserta program BPJS Kesehatan, Asuransi Mandiri dan Umum melalui Program Managed Care, Third Party Administration (TPA), Administrative Service Only (ASO), In House Clinic dan Medical Check Up (MCU) dengan manfaat layanan tambahan lebih baik," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pencairan JKP Terus Meningkat Setiap Tahun, Efek Sistem Pegawai Kontrak dan PHK Massal?
-
BPJS Ketenagakerjaan Kena Retas, Netizen Ramai Beri Komentar Sarkas:Negara Open Source
-
Tak Cuma PDN Kominfo, Kini BPJS Ketenagakerjaan Diduga Jadi Korban Peretasan Hacker
-
BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Dunia Kerja Pada Anak lewat Kids Go to Office
-
Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kian Mudah lewat Danamon
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi