Suara.com - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) lakukan pengembangan konservasi untuk melindungi lingkungan pesisir melalui Green Mangrove Action Program (Green MAP) di Tuwed Mangrove Park, Bali.
Green MAP merupakan salah satu program flagship Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PTK untuk pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
Program ini terdiri dari edukasi peran blue carbon kepada kelompok Tani Lindu Segara Tanjung Pasir Binaan PTK, pembangunan rumah pembibitan berkapasitas hingga 8.000 bibit, dan penanaman 5.500 mangrove.
Peresmian program dilakukan di Tuwed Mangrove Park, dihadiri oleh Direktur Utama PTK I Ketut Laba, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, SSTP, M.Si., VP Technical Fleet Management PT Pertamina International Shipping (PIS), I Gusti Ngurah Handiyana, Sales Area Manager Bali PT Patra Niaga Endo Eko Satriyo, serta jajaran Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat Jembrana.
I Ketut Laba dalam sambutannya menyampaikan bahwa TJSL menjadi bagian penting bagi PTK dalam menjalankan bisnis, termasuk di dalamnya pelestarian lingkungan hidup kawasan pesisir, yang diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat seperti penurunan emisi karbon, menjaga iklim, dan peningkatan biodiversity.
“Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menerapkan dan meningkatkan program TJSL yang tidak saja mendukung pertumbuhan perusahaan tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang,” ungkap I Ketut Laba dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8/2024).
Sementara itu, VP Technical Fleet Management PIS, I Gusti Ngurah Handiyana menyampaikan apresiasi kepada PTK sebagai bagian dari Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Karena program Green MAP sejalan dengan program TJSL BerSEAnergi untuk Laut untuk menjaga laut dan pesisir.
Di tempat yang sama, Kepala DLH Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, SSTP, M.Si., mengungkapkan terimakasih atas program yang dilaksanakan di wilayahnya.
“Untuk menjaga keberlangsungan lingkungan dan keanekaragaman hayati diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Kami harap program pengembangan lingkungan dari perusahaan-perusahaan seperti PTK terus berlanjut. Kami percaya bahwa dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, kita dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan komunitas sekitar,” ujar Gede Ary.
Baca Juga: UMKM Sragen Go Global Berkat Dukungan Pertamina
Penanaman 5.500 mangrove dipilih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 55 PTK di tanggal 9 September. Program Green MAP ini diharapkan memberikan multiplyer effect bagi masyarakat dan lingkungan pesisir, termasuk penyerapan dan penyimpanan karbon jangka panjang, yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!