Suara.com - Di kawasan ASEAN, yang merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat secara global[1], sektor UKM mencakup lebih dari 97% dari semua kategori bisnis yang ada[2]. Bahkan, baik di Singapura maupun Malaysia, UKM berkontribusi antara 40-50% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masing-masing negara. Namun belakangan bisnis ini sudah berjuang menghadapi banyak tantangan[3], termasuk kekurangan tenaga kerja terampil, kurangnya opsi pembiayaan dan dukungan pemerintah, gangguan platform, dan yang terbaru, inflasi yang berasal dari resesi ekonomi global yang sedang berlangsung.
Di tengah semua tantangan ekonomi dan administratif ini, apa yang dapat dilakukan UKM untuk mampu melindungi dan membangun diri mereka? Datuk Wira Dr. Azizan Osman, Pendiri Richworks International Sdn. Bhd. Mengatakan bahwa jawabannya terletak pada pengembangan branding yang kuat.
Ketika kita berbicara tentang branding, ini berarti menjadi nama pertama yang muncul di benak orang ketika memikirkan produk atau layanan tertentu. Lebih dari sekadar logo atau nama yang menarik, ini tentang menciptakan kesan abadi yang membedakan bisnis dari pesaingnya di tengah kebisingan pasar. Agar berhasil, UKM perlu membuat merek mereka cukup "bersuara keras" agar pelanggan mengingatnya ketika dihadapkan pada suatu kebutuhan. Misalnya, apa hal pertama yang terlintas dalam pikiran jika Anda diminta untuk membuat daftar merek yang dimulai dengan huruf 'C'? Akan ada beberapa yang langsung terlintas di benak Anda — dan itulah kekuatan branding yang kuat.
Datuk Wira Dr. Azizan Osman lebih jauh menjelaskan bagaimana cara sebuah merek dapat melakukan hal tersebut.
Hal pertama yaitu perhatikan pelanggan dan komunitas Anda
Merek yang dianggap mudah diakses dan responsif cenderung lebih dipercaya dan direkomendasikan oleh pelanggannya, yang berarti memelihara hubungan dengan pelanggan sangat penting untuk kesuksesan merek untuk jangka panjang. Ini bukan hanya tentang memberikan produk atau layanan berkualitas; ini melibatkan penciptaan hubungan yang tulus dengan audiens Anda. Berinteraksilah dengan komunitas Anda melalui interaksi media sosial, acara komunitas, webinar, atau bahkan sponsor lokal. Atau, pertimbangkan untuk menerapkan program yang mendorong umpan balik dan partisipasi pelanggan — pikirkan program loyalitas atau kampanye konten yang dibuat pengguna.
Untuk mencapai tujuan ini, strategi Corporate Relationship Management (CRM) yang efektif adalah pilihan terbaik Anda. Dengan sistem CRM yang dikelola dengan baik, Anda dapat menciptakan pengalaman yang disesuaikan untuk meningkatkan kepuasan, retensi, dan loyalitas pelanggan, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Manfaatkan alat CRM untuk melacak interaksi pelanggan, mengelompokkan audiens Anda untuk pemasaran yang ditargetkan, dan mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang.
Perencanaan dan Komunikasi
Bisnis yang sukses sering kali dibangun atas fondasi kepemimpinan yang kuat, dan cara paling efektif untuk meletakkan dasar bagi hal tersebut adalah melalui pengembangan 3C: Character (Karakter), Capacity Building (Pengembangan Kapasitas), dan Communication Skills (Keterampilan Komunikasi).
Baca Juga: 5 Fakta dan Asal Usul Wonderful Indonesia, Brand Pariwisata Andalan Tanah Air
Bila Anda memimpin dengan karakter, maka Anda akan memimpin dengan integritas, ketahanan, dan empati, yaitu sifat-sifat inti yang menjadi contoh yang kuat bagi tim Anda. Sementara itu, bila Anda membangun kapasitas, Anda berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dengan merangkul pola pikir pembelajaran berkelanjutan dan tetap dapat beradaptasi. Dan jangan lupakan kekuatan komunikasi! Bersikap jelas, jujur, dan terbuka membantu menciptakan suasana kerja yang positif dan membangun hubungan pelanggan yang kuat dan langgeng. Bila Anda berfokus pada area-area ini, Anda telah menyiapkan panggung untuk tidak hanya memimpin tim, tetapi juga menginspirasi mereka untuk mencapai hal-hal hebat.
Pada saat yang sama, Anda perlu mengingat bahwa masa depan bukanlah esok hari — masa depan adalah sekarang. Keputusan dan strategi hari ini menjadi dasar bagi keberhasilan di masa mendatang, itulah sebabnya penting untuk merencanakan jangka panjang. Mulailah dengan menganalisis tren terkini, perilaku pelanggan, dan perubahan pasar untuk mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang. Kembangkan visi jangka panjang dan rencana strategis yang mencakup peluang pertumbuhan yang dapat diskalakan, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.
Gabungkan teknologi seperti AI (artificial intelligence) dan otomatisasi agar tetap kompetitif dan efisien. Ingat, bisnis yang merencanakan masa depan adalah bisnis yang membentuknya.
Uang, Uang, Uang
Meski terdengar jelas, arus kas yang stabil adalah sumber kehidupan bisnis — artinya dana untuk pengeluaran, investasi peluang pertumbuhan, dan untuk menghadapi tantangan tak terduga. Mengetahui cara mengelola keuangan secara efektif dapat menjadi pembeda antara berkembang pesat dan bertahan hidup, itulah sebabnya memahami manajemen keuangan sangat penting. Pelajari dan asah keterampilan Anda, dan gunakan keterampilan tersebut untuk mengembangkan strategi keuangan yang mencakup diversifikasi aliran pendapatan, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan merencanakan kebutuhan keuangan jangka pendek dan jangka panjang.
Berbicara tentang hal itu, mengandalkan satu aliran pendapatan saja berisiko, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini. Mengetahui hal ini, UKM harus menjajaki investasi di berbagai saluran pendapatan. Ini berarti mendiversifikasi rangkaian produk dan platform serta metode penjualan Anda. Baik Anda mengandalkan penjualan fisik biasa, pesanan elektronik melalui situs web Anda, atau platform seperti TikTok Shop, Shopee, Lazada, atau Instagram, setiap saluran menawarkan peluang unik untuk menjangkau berbagai segmen pelanggan. Ingat, bisnis Anda harus berada di tempat yang banyak pengunjungnya, dan hadir di berbagai saluran dapat membantu Anda menjangkau audiens yang lebih besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai