Suara.com - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono menandatangani prasasti lembaran baja di Booth PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Krakatau Steel Group dan Afiliasi dalam Pameran Konstruksi Indonesia 2024 yang diselenggarakan di ICE BSD pada 6-7 November 2024 yang dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono.
Booth Krakatau Steel Group yang berada pada area 5-A-3 ini menampilkan produk baja dan jasa layanan dari Subholding dan perusahaan afiliasi seperti PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, PT Krakatau Baja Industri, PT Krakatau Pipe Industries, PT Krakatau Sarana Properti, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Niaga Indonesia, PT Krakatau Posco, PT Krakatau Osaka Steel, maupun PT Krakatau Wajatama Osaka Steel Marketing.
“Mengusung tema Steel Impact, Krakatau Steel Group dan Afiliasi berkomitmen untuk bersama mewujudkan pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan industri baja sebagai Mother of Industries memiliki peran vital dalam menyokong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri nasional serta pembangunan infrastruktur secara keseluruhan,” jelas Plt. Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan.
Dalam kesempatan melakukan kunjungan ke booth, Agus Yudhoyono menyatakan dukungannya terhadap industri baja nasional sebagai salah satu pilar dalam pembangunan infrastruktur.
“Semoga Krakatau Steel semakin maju dan berkelas dunia. Lanjutkan transformasi Krakatau Steel untuk mewujudkan kemandirian baja bagi pembangunan infrastruktur nasional,” tegas Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono setelah menandatangani prasasti pelat baja Krakatau Steel.
Menanggapi pesan dari Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Akbar menyatakan bahwa segala potensi yang kami miliki, baik dari Krakatau Steeel Group maupun Afiliasi, kami yakin bahwa industri baja nasional ke depan akan semakin maju dan dengan kebangkitan industri baja nasional yang berkelanjutan dapat mewujudkan kemandirian industri nasional yang mendukung pengembangan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi 8% yang menjadi salah satu tujuan pemerintahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Akbar menambahkan bahwa industri baja juga merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mewujudkan 4 (empat) pilar utama pembangunan Indonesia. Industri baja juga menjadi bahan baku yang krusial untuk sektor energi, konstruksi, otomotif, dan transportasi.
“Krakatau Steel Group dan Afiliasi selama ini telah menjadi kontributor untuk pembangunan dan pengadaan proyek strategis mulai dari Tol Jakarta Cikampek II, pembangunan garuda Istana Negara IKN, pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap I dan II, proyek Mines of Bahodopi Block 2 & 3, proyek Terminal Kalibaru, proyek pipa gas Senipah-Balikpapan, dan yang terbaru adalah kontribusi pipa baja untuk pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) Cikampek-Plumpang sepanjang 102 KM. Ke depan kami pun siap untuk terus memberikan kontribusi terbaik kami untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis nasional lainnya,” ujar Akbar.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek