Suara.com - JNE Gollaborasi 2024 kembali digelar, kali ini bertempat di Pulau Dewata sebagai kota terakhir rangkaian program kolaborasi bersama Shopee tahun ini.
Kegiatan pelatihan dan diskusi untuk UMKM Bali ini, menghadirkan pakar marketplace, Joko Kurniawan yang juga merupakan pemilik toko Kampung Souvenir dan Co-Founder brand Kimora, Theja Kustedja, untuk berbagi wawasan tentang pengembangan bisnis secara digital kepada 100 UMKM di kota ini.
Dalam kegiatan berbalut sharing session, Joko Kurniawan yang kerap disapa sebagai Joko, membagikan tips dan trik bagaimana memanfaatkan fitur-fitur pendukung Penjual di marketplace Shopee, untuk meningkatkan penjualan dan bahkan eksposur toko.
Menurut Joko, ada banyak hal yang diperlukan untuk bisa bersaing secara sehat dengan para UMKM di Indonesia, tidak hanya produk jual yang dibuat sedemikian menarik daya beli Pelanggan, tetapi juga bagaimana UMKM berinvestasi melalui fitur dan program dalam ekosistem jualan online.
“Sebelum masuk ke strategi dan investasi melalui fitur dan program, yang pertama kita analisis dulu
behavior dari Pelanggan terhadap produk kita seperti apa, kenali mereka, apakah mereka menjadi pelanggan setia karena adanya promo dan diskon yang diberikan, eksposur melalui iklan, atau bahkan tipe Pembeli yang lebih suka melihat ulasan produk secara visual,” jelas Joko ditulis Selasa (12/11/2024).
Di kegiatan ini, Joko juga menekankan bahwa salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian calon pembeli adalah melalui optimalisasi visibilitas.
"Setelah mengenal bagaimana behavior Pembeli, lalu kemudian yang penting untuk teman-teman UMKM lakukan adalah mengatur strategi yang dapat memperluas eksposur dari toko dan produk, disesuaikan dengan hasil analisis behavior sebelumnya, seperti halnya melalui adaptasi dengan konten digital pada toko, bahkan mengoptimalisasi eksposur dan penjualan melalui fitur iklan ya,” tambah Joko.
Lebih lanjut, Joko juga menjelaskan pentingnya memanfaatkan fitur Live Streaming dan Video yang terdapat di marketplace. Joko menyampaikan pengalamannya menjajaki Shopee Live dan Shopee Video dengan tujuan meningkatkan visibilitas produk di antara ribuan pesaing lainnya.
“Dari pengalaman saya, mengulas produk melalui live streaming dan video, dampaknya signifikan banget. Karena jaman sekarang, ya, orang (Pembeli) lebih suka untuk lihat langsung secara visual, dengerin dan nonton, dari pada cuma sekadar baca. Bayangin aja, 1 malam kita bisa dapetin peningkatan transaksi cuma dari live streaming di Shopee Live. Itu makanya saya bilang penting,” jelas Joko.
Berikutnya, pakar marketplace ini menyebutkan bahwa optimalisasi visibilitas toko dan produk juga dapat dilakukan melalui pemasangan iklan yang efisien, Penjual tidak hanya dapat menjangkau lebih banyak audiens yang sesuai dengan target, namun juga membawa traffic yang tinggi untuk produk, sehingga berpeluang untuk penjualan yang juga meningkat.
Adapun 6 hal yang menjadi fokus pemaparan Joko seputar tips optimalisasi fitur iklan di Shopee:
- Produk tepat dengan penilaian yang bagus
- Volume pencarian baik
- Mulai dari bid terendah
- Gunakan 5-10 kata kunci
- Batasi modal dan naikkan pada masa campaign
- Evaluasi iklan secara berkala
Secara rinci, Joko memaparkan pengalamannya melalui edukasi tentang fitur-fitur marketplace Shopee kepada para UMKM Bali. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang berujung menjadi sesi bincang antara UMKM dan Joko Kurniawan seputar pengembangan toko jualan online di Shopee.
“Yang perlu diingat teman-teman UMKM, tidak ada yang instan, betul, semua butuh proses, namun kita juga harus jeli untuk beradaptasi terhadap teknologi, sehingga fitur-fitur atau program dari platform digital seperti Shopee ini perlu untuk dipelajari dan diterapkan, ini yang dinamakan sebagai investasi jangka panjang yang saya sebutkan di awal, worth it buat dilakuin kalo Anda jualan online.” tutup Joko.
Tak hanya di Bali, JNE Gollaborasi 2024 sebelumnya juga digelar di kota Jakarta dan Bandung dengan dihadiri oleh ratusan UMKM Shopee.
Mereka telah dibekali dengan berbagai tips dan trik untuk mengoptimalkan bisnis secara online, mencari solusi atas masalah yang dihadapi, serta mengelola fitur dan program pendukung perkembangan bisnisnya. Tidak hanya itu, cerita sukses dan kreativitas UMKM dalam berjualan online juga dibagikan untuk meningkatkan motivasi para peserta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia