- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas rencana kenaikan DMO batu bara di atas 25 persen untuk tahun 2026.
- Kementerian ESDM berencana memangkas total produksi batu bara nasional tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
- Pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik sebelum menyetujui rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAB).
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dengan rencana kenaikan Domestic Market Obligation (DMO) atau Kewajiban Pasar Domestik di atas 25 persen batu bara pada 2026.
Bersamaan dengan itu Kementerian ESDM juga akan memangkas produksi batu bara pada tahun ini.
la memastikan, hingga saat angka pasti DMO belum diputuskan, tapi kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas.
"Menyangkut dengan DMO, jadi berapa pun RKAB yang akan disetujui, yang pertama pemerintah lakukan adalah memastikan untuk kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Itu dulu. Habis itu baru ekspor," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data terbaru Kementerian ESDM, produksi batubara nasional pada 2025 sebesar 790 juta ton.
Dari total tersebut sebanyak 65,1 persen atau 514 ton diserap untuk ekspor, dan 32 persen atau 254 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri.
Namun pada 2026 ini, Kementerian ESDM berencana memangkas produksinya menjadi kurang lebih 600 juta ton.
Dengan adanya rencana pemangkasan produksi, maka kemungkinan akan menyebabkan kenaikan persentase DMO agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.
"Jadi katakanlah kalau RKAB-nya 600 juta (ton), DMO-nya 25 persen enggak cukup, ya, kita naikkan DMO," kata Bahlil.
Baca Juga: Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
Bahlil pun menegaskan sebagai negara penghasil batubara, kebutuhan dalam negeri harus menjadi yang utama.
"Negara Republik Indonesia harus untuk kebutuhan dalam negeri terpenuhi dulu baru kita eksplorasi. Nah, tapi kan lagi kita eksesais. Jadi yang jelas bahwa untuk kebutuhan domestik itu yang menjadi utama," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini