Suara.com - Nyubi Nyoba dari Telkom University dan 3mpower dari Institut Teknologi Bandung masing-masing dari kategori S1 dan S2, berhasil membawa pulang gelar Juara Pertama PKT-GAMA Business Case Competition 2024 (PKT-GAMA BCC 2024).
Babak final kompetisi berlangsung pada Gedung Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, diikuti oleh 10 tim terbaik yang terdiri dari lima tim kategori S1 dan lima tim kategori S2, setelah melalui proses seleksi yang sangat kompetitif.
PKT-GAMA BCC merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT), bekerja sama dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Tahun ini, tema “Indonesia Food Sustainability” diangkat untuk menjawab tantangan strategis ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
F Purwanto selaku Direktur Operasi Pupuk Kaltim, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kontribusi generasi muda dalam menciptakan solusi nyata untuk keberlanjutan pangan.
“Di sinilah peran generasi muda sebagai agen perubahan sangat dibutuhkan, untuk berkontribusi secara langsung menyelesaikan masalah strategis bangsa, terutama di bidang keberlanjutan pangan. Tema ‘Indonesia Food Sustainability’ yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia, terutama di tengah dinamika global yang kian kompleks,” ujar Purwanto ditulis Rabu (27/11/2024).
Kompetisi ini menarik lebih dari 200 tim mahasiswa dari berbagai universitas nasional dan internasional, termasuk UGM, ITB, UI, National University of Singapore, dan University of Warwick.
Setelah serangkaian seleksi administratif dan babak preliminary, hanya 10 tim terbaik yang melaju ke Grand Final.
Di babak final, peserta kembali diuji kemampuannya untuk berpikir kritis dan menawarkan solusi bisnis inovatif dalam menjawab tantangan keberlanjutan pangan di Indonesia kepada panel juri yang terdiri dari pakar industri, akademisi, dan manajemen Pupuk Kaltim.
Baca Juga: Cara Berdikari Jaga Stabilitas Harga Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional
Ketua KAFEGAMA dan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widaysari Dewi, turut mengungkapkan apresiasinya terhadap kemampuan generasi muda untuk meneruskan kepemimpinan bangsa.
“Melihat presentasi hari ini, saya memiliki kepercayaan yang besar bahwa masa depan Indonesia ada di tangan yang tepat. Saya berharap kompetisi ini menjadi batu loncatan untuk kalian (para partisipan). Saya juga berharap kompetisi ini dapat berlangsung di tahun yang mendatang, karena ini merupakan bagian dari upaya kami mempersiapkan pemimpin Indonesia masa depan,” ujar Friderica.
Sebagai produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, Pupuk Kaltim terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pupuk Kaltim tidak hanya memproduksi pupuk berkualitas tinggi tetapi juga aktif mengembangkan berbagai inisiatif strategis untuk mendukung produktivitas pertanian.
Melalui program Makmur dan Agrosolusion, dan juga teknologi pertanian presisi Pupuk Kaltim menciptakan ekosistem yang mendukung petani mengoptimalkan hasil panen dengan pendekatan berkelanjutan.
Kompetisi seperti PKT-GAMA BCC adalah salah satu langkah strategis Pupuk Kaltim untuk melibatkan generasi muda dalam menghadirkan solusi inovatif guna mendukung ketahanan pangan nasional.
“PKT-GAMA BCC adalah bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan dan komunitas. Kami berharap kompetisi ini terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menjembatani dunia pendidikan dengan industri, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tutup Purwanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?