Suara.com - Pelita Air akan membuka rute ke-16, dalam rangka menyambut libur Natal dan tahun baru (Nataru), yaitu Jakarta-Medan-Jakarta pada 16 Desember mendatang.
Medan merupakan salah satu kota terbesar urutan ketiga setelah Jakarta dan Surabaya, sehingga antusiame masyarakat pada penerbangan cenderung tinggi. Rute terbaru Pelita Air ini menjadi sorotan bagi industri perhotelan di Kota Medan, antara lain Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.
"Kami sangat berharap hal ini dapat meningkatkan pariwisata di kota Medan,” kata Sarmad, General Manager Hotel Santika.
Pembukaan rute Pelita Air ke Medan menjadi kesempatan besar bagi Medan dalam memperkenalkan pariwisata dan budayanya kepada turis, baik dari mancanegara maupun internasional.
“Dengan adanya alternatif maskapai dari Pelita Air dengan rute ke Medan, maka akan menjadi kesempatan bagi pelancong untuk berkunjung dan mengenal kota kami dengan lebih baik," tambah Sarmad.
Di Medan, para turis disarankan untuk berwisata kuliner khas, misalnya Mie Gomak, Lontong Medan hingga dessert seperti Bika Ambon dan kopi khas Medan, yaitu Kopi Sidikalang.
“Medan terkenal dengan kulinernya, rasanya enak-enak. Jadi kalau ke Medan, silakan berwisata kuliner. Kedua adalah heritage. Banyak sekali heritage di Kota Medan memberikan warna tersendiri bagi kota Medan,” sebutnya.
Bagi para wisatawan yang ingin berwisata ke Kota Medan, saat ini Bandara Kualanamu memiliki moda transportasi berupa kereta api, yang dapat digunakan untuk pergi dan menuju Bandara Kualanamu.
“Kebanyakan turis lebih nyaman menggunakan Railink, karena cuma 20 menit dari Bandara ke stasiun. Kemudian dari Hotel Santika Premiere Dyandra Medan ke stasiun hanya 3 menit perjalanan. Selain itu juga ada free shuttle dari hotel ke stasiun Railink,” sebut Sarmad.
Baca Juga: Catat! Daftar Mudik Gratis Nataru Pakai Bus Harus Online Mulai 12 Desember
Dengan pembukaan rute Pelita Air ke Medan, Sarmad berharap dapat memperkenalkan serta meningkatkan pariwisata di Kota Medan kepara para turis baik mancanegara maupun internasional.
Adapun penerbangan Pelita Air untuk rute Jakarta - Medan - Jakarta dilakukan setiap harinya dengan jadwal sebagai berikut:
Pembelian tiket untuk rute Jakarta-Medan-Jakarta dapat dilakukan melalui website dan aplikasi mobile Pelita Air.
Berita Terkait
-
Libur Natal dan Tahun Baru, Ini 3 Destinasi Wisata di Indonesia yang Bakal Banyak Dikunjungi
-
Transaksi Tunai Makin Turun, BRI Siap Dukung Kemudahan Transaksi Digital Jelang Libur Nataru
-
Strategi Jasa Raharja Hadapi Arus Lalu Lintas di Libur Nataru
-
Prabowo Minta Polri Amankan Nataru dengan Baik: Rakyat Perlu Polisi yang Terampil
-
Jangan Berharap Diskon! Tarif Tol Nataru 2024 Tetap 'Full Price'
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham