Suara.com - PT Krakatau Tirta Industri (KTI), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan air bersih dan air industri, telah menandatangani Perjanjian Konsorsium untuk Rencana Kerjasama Penyediaan & Pengelolaan Jaringan Air Bersih dan Air Limbah di Patimban Industrial Estate bersama PT Griya Idola (GI), perusahaan yang bergerak di sektor properti dan pengembangan real estate di Indonesia.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif kedua perusahaan dalam menyediakan kebutuhan air bersih dan pengolahan air limbah di Patimban Industrial Estate yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KTI, Pria Utama dan Direktur Utama GI, Hengky Sidartawan serta Direktur GI Eddy Karli di Jakarta Barat pada 16 Desember 2024 dengan disaksikan oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial KTI, Agus Lukmanul Hakim; Vice President Pengembangan Usaha KTI, Fenti Handayani; Direktur GI, Djuliawati; serta jajaran management dari kedua perusahaan.
Dengan penandatanganan ini, KTI dan GI berkomitmen dalam penyediaan kebutuhan air bersih dengan membangun Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 300 Liter per detik (L/s) serta pengolahan air limbah kawasan dengan membangun Wastewater Treatment Plant (WWTP) dengan kapasitas 240 L/s.
“Perjanjian ini menjadi langkah nyata perusahaan menapaki masa depan yang berkelanjutan dengan hadir dan berkontribusi mendukung percepatan PSN. Kami berharap kerja sama kedua belah pihak tidak berhenti hanya di pemenuhan kebutuhan air untuk Kawasan Patimban namun juga dapat terus berlangsung dengan pengembangan-pengembangan lainnya,” ujar Direktur Utama KTI, Pria Utama ditulis Selasa (17/12/2024).
Direktur Utama GI, Hengky Sidartawan mengatakan, dengan adanya Kerjasama ini maka diharapkan dapat memberikan percepatan fasilitas penyediaan air untuk kebutuhan di Patimban Industrial Estate dalam memenuhi kebutuhan air industri yang akan beroperasi nantinya.
"Kegiatan tersebut tentu dapat menciptakan multiplier effect pada kebangkitan ekonomi di wilayah Kabupaten Subang khususnya dan Provinsi Jawa Barat.” ujarnya.
Sistem penyediaan air untuk Patimban Industrial Estate ini dirancang untuk diselesaikan secara bertahap (staging) hingga dapat memenuhi seluruh kebutuhan kawasan.
Proyek ini dijadwalkan dimulai dengan tahap konstruksi perdana pada tahun 2025 dan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Konsorsium menegaskan terkait komitmen Perusahaan untuk memprioritaskan kepedulian lingkungan.
Baca Juga: Gegara Pembangunan Infrastruktur, Pembelian Rumah Naik 21 Persen di Kuartal III-2014
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu