Suara.com - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang menjadikan cryptocurrency sebagai prioritas nasional, yang kemungkinan akan dilakukan pada hari pertama ia kembali menjabat pada 20 Januari mendatang.
Menurut laporan Bloomberg pada Jumat (17/1/2025) ini, perintah tersebut akan mengarahkan lembaga-lembaga regulasi untuk bekerja sama dengan industri cryptocurrency. Selain itu, rencana ini juga mencakup pembentukan dewan crypto yang bertugas untuk menyuarakan kepentingan kebijakan industri.
Meskipun perintah ini direncanakan akan ditandatangani pada 20 Januari, laporan tersebut menyebutkan bahwa rencana ini belum final dan dapat mengalami perubahan sebelum diumumkan secara resmi.
Dikutip via CoinTelegraph, Trump diperkirakan akan mengeluarkan perintah eksekutif terkait cryptocurrency sebagai respons terhadap dukungan kuat dari industri lokal selama kampanyenya. Ia juga berjanji bahwa AS akan menjadi "ibu kota crypto" dunia.
Sebuah laporan dari New York Times pada 16 Januari kemarin, mengungkapkan bahwa para eksekutif cryptocurrency telah memberikan masukan kepada David Sacks, yang ditunjuk sebagai czar crypto oleh Trump, mengenai perintah eksekutif yang mencakup berbagai aspek kebijakan crypto.
Washington Post juga melaporkan pada 13 Januari bahwa Trump diharapkan menandatangani perintah eksekutif pada 20 Januari yang berkaitan dengan penghapusan kebijakan bank yang mengharuskan bank untuk mencatat cryptocurrency sebagai kewajiban.
Bloomberg juga mencatat bahwa ada pembicaraan mengenai arahan bagi pemerintah untuk meninjau kebijakan terkait cryptocurrency dan menghentikan litigasi yang berhubungan dengan crypto. Selain itu, ada usulan untuk membentuk cadangan Bitcoin bagi pemerintah untuk menyimpan aset yang telah disita.
Reuters melaporkan pada 15 Januari bahwa Securities and Exchange Commission (SEC) di bawah kepemimpinan Trump mungkin akan meninjau kasus-kasus terkait cryptocurrency dan menghentikan kasus-kasus yang tidak melibatkan tuduhan penipuan.
Pengacara industri memperkirakan bahwa SEC akan segera meninggalkan kasus-kasus terkait cryptocurrency. Stuart Alderoty, kepala hukum Ripple Labs, mengatakan pada 15 Januari bahwa tindakan regulator terhadap perusahaan tersebut kemungkinan besar akan ditinggalkan oleh pemerintahan berikutnya setelah regulator mengajukan argumen ke pengadilan banding.
Baca Juga: Kepresidenan Trump Dimulai 20 Januari, Hamas Tawarkan Gencatan Senjata dengan Israel
Sementara itu, para pendukung cryptocurrency mendukung gagasan agar AS memiliki cadangan Bitcoin, dengan alasan bahwa ini dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap inflasi dan membantu mengurangi utang negara.
Data dari Arkham Intelligence menunjukkan bahwa AS saat ini memegang hampir $20,3 miliar dalam berbagai cryptocurrency yang disita dari penyelidikan kriminal, dengan $19,8 miliar di antaranya merupakan Bitcoin yang disita.
Salah satu usulan dari Senator Cynthia Lummis adalah agar Kementerian Keuangan membeli 1 juta BTC, yang diperkirakan akan memerlukan biaya minimal $100 miliar berdasarkan harga Bitcoin saat ini sekitar $100.200.
Dengan rencana ini, Trump berharap dapat memberikan dukungan kuat bagi industri cryptocurrency dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang lebih proaktif dan mendukung inovasi di sektor digital.
Berita Terkait
-
Konten TikTok Sebut Donald Trump Kagumi Gibran, Warganet Geleng-geleng: Eh Kocak Ini Apaan Sih?
-
Putin Tawarkan Damai, Tapi dengan Harga Mahal: Ukraina Harus Tinggalkan NATO
-
Program Crypto Zakat, Pembayaran Zakat Kini Bisa Gunakan Aset Kripto
-
Token Mind of Pepe (MIND) Memulai Presale, Agen AI Kripto Terbaik?
-
Pakar: Penguras Kripto di Dark Web Naik 135 Persen
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina