Suara.com - Di depan para pengusaha yang tergabung dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyerukan sebuah terminologi yang sudah lama tidak terdengar, yakni Indonesia Incorporated.
Di mata Presiden ke-8 RI itu, Kadin harus dinamis, berani, inovatif, dan bekerja sama dalam semangat Indonesia Incorporated.
"Pemimpin harus kompak. Siapa nomor satu, dua, atau tiga. Tidak masalah. Nanti gantian saja, iya kan. Gantian saja," ujar Prabowo seperti dikutip, Minggu (19/1/2025).
Adapun, Anindya Novyan Bakrie dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan M Arsjad Rasjid dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menegaskan, proses pengukuhan Anin, sapaan akrab Anindya Bakrie, dan Arsjad berjalan lancar sebagai ungkapan semangat anggota Kadin Indonesia yang mengedepankan persatuan.
Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Rosan, Arsjad, dan Anin yang telah mengusahakan dan menjaga persatuan di Kadin Indonesia. Kepala Negara juga mengucapkan selamat bekerja kepada Anin dan Arsjad.
"Dalam sebuah kelompok, bersaing itu bagus. Perbedaan itu biasa, tapi pada saatnya harus bersatu. Sekarang, negara membutuhkan persatuan dan kesatuan," kata Presiden.
"Kita membutuhkan Kadin yang dinamis, pengusaha berani, inovatif, bekerja sama dalam semangat Indonesia Incorporated, Persaingan itu bagus, tapi bukan persaingan yang saling mematikan. Ayo, bersama-sama bersaing menuju kemakmuran bersama. Kita harus makmur. Rakyat butuh kemakmuran, dan kemakmuran itu yang dipimpin oleh para pengusaha, yakni Saudara-Saudara sekalian," sambung dia.
Dalam konsep Indonesia Incorpotated, pemerintah dan pelaku bisnis berjalan seiring, saling menopang, dan bahu-membahu mencapai tujuan yang sama. Tidak ada kepentingan lain yang lebih besar selain mewujudkan Indonesia sebagai bangsa sejahtera dan bermartabat.
Baca Juga: Bahlil Beberkan Sejauh Mana Program Hilirisasi di Pemerintahan Prabowo Berjalan
Dalam konsep incorporated (Inc), negara Indonesia dikelola seperti sebuah perusahaan yang berbadan usaha, yang di dalamnya semua elemen harus bekerja sama, bergotong royong, dan bersinergi mewujudkan visi perusahaan di bawah komando Chief Executive Officer (CEO).
Di bawah pimpinan Presiden Prabowo, semua elemen mulai dari pemerintah, pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia, profesional, para akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan seluruh lapisan masyarakat ersatu padu, bekerja sama, bergotong royong, dan bersinergi mewujudkan tujuan bersama, yakni Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.
Semua kebijakan yang digulirkan pemerintah, lanjut Presiden, adalah kebijakan yang semata-mata untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. “Tidak ada kepentingan lain. Tidak ada orientasi lain. Itu semua untuk kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan kepentingan rakyat. Kita tidak akan ragu-ragu, kita akan laksanakan dengan segenap kekuatan dan daya yang ada di kita,” demikian janji Presiden.
Presiden mengaku gembira karena bisa berjumpa dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia. "Saya sangat gembira dan saya ucapkan selamat kepada tokoh-tokoh Kadin. Saudara-saudara memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi indonesia," imbuh dia.
"Saudara-saudara, saya ingin memberikan peran yang lebih besar kepada swasta. Ada yang mengatakan, saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur. Tidak bener! Saya tidak menghentikan," tegas Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra menjelaskan, yang benar, pihaknya hanya melakukan perubahan. Berbagai proyek infrastruktur yang dalam sepuluh tahun terakhir sebagian besar ditangani BUMN, ke depan akan diserahkan kepada swasta untuk membangun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Content CreatorDikenakan Zakat Profesi, Ekonom INDEF: Penetapan Bukan Berdasar Popularitas
-
KRL Jadi Andalan Libur Nataru, 15 Juta Penumpang Tercatat
-
Implementasi Inpres 2/2025, Pembangunan Irigasi Tahap I Capai 99,93 Persen
-
Tambang Vale Indonesia Stop Beroperasi, Harga Nikel Dunia Meroket
-
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale Indonesia Stop Operasi Sementara
-
Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik