Suara.com - Pada World Economic Forum 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 20 - 24 Januari lalu, GoTo, ekosistem digital terbesar di Indonesia, menghadirkan Makmur Jaya Coffee Roasters di Indonesia Pavilion untuk kembali mengenalkan cita rasa kopi Indonesia di panggung dunia.
Ini adalah kali ketiga GoTo menghadirkan mitra usaha kopi di Indonesia Pavilion, World Economic Forum setelah membawa Dua Kopi dan Space Roastery pada tahun 2022 dan 2023.
Konsistensi dalam menghadirkan mitra usaha kopi dari tahun ke tahun ini merupakan bentuk dukungan terhadap misi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk terus mempromosikan kopi Indonesia kepada dunia.
Makmur Jaya Coffee Roasters adalah sebuah bisnis kopi asal Bandung yang didirikan pada tahun 2018. Setelah 7 tahun masuk ke dalam ekosistem GoFood, Makmur Jaya yang awalnya merintis usahanya sebagai UMKM, kini telah bertransformasi menjadi bisnis kopi lokal dengan penjualan tertinggi di Bandung.
Hanya Dalam satu tahun terakhir, Makmur Jaya berhasil mencatat 352 ribu penjualan olahan kopi yang terjual lewat GoFood dan berhasil mengungguli tingkat penjualan kompetitor sejenis sebanyak 4 kali lipat.
“GoFood telah menjadi partner pertumbuhan bisnis kami selama ini. Saat memulai bisnis UMKM kami berupa kedai kopi kecil di garasi bengkel, kehadiran platform GoFood telah memungkinkan visibilitas brand kami berada di genggaman pengguna aplikasi Gojek serta memudahkan mereka untuk membeli kopi kami lewat aplikasi,” ujar Nicholas Steven, Chief Operations Officer dari Makmur Jaya Coffee Roasters.
“Kini, kami bersyukur dapat berkembang dan membuka 3 gerai yang tersebar di kota Bandung. Hingga saat ini, sosok GoFood pun konsisten hadir mendukung dengan memberikan ragam data-driven insight terkait ragam promosi – karena berdasarkan pengalaman, kampanye-kampanye GoFood selalu terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan kami,” tutupnya.
Selama lima tahun terakhir, GoFood juga secara konsisten mendukung pertumbuhan UMKM lokal melalui KOMPAG (Komunitas Partner GoFood). Kehadiran KOMPAG telah menjadi rumah bagi ratusan ribu mitra usaha GoFood dari berbagai daerah untuk saling bertukar informasi dan menjalin relasi.
Tidak sampai disitu, usaha GoFood dalam mendukung mitra usaha untuk terus bertumbuh juga didukung oleh tim Sales yang terlatih dan berpengalaman, yang secara konsisten mendorong layanan konsultatif berbasis data.
Baca Juga: KKN Unila Gelar Sosialisasi Branding Digital untuk UMKM di Tubaba Lampung
Adapun dukungan GoFood dalam mendukung pertumbuhan mitra usaha terbagi menjadi 3 (tiga) pilar utama, yaitu:
- Pilar Inovasi Teknologi: Menciptakan kemudahan bagi para mitra usaha untuk melakukan kegiatan operasional resto, beriklan, melakukan promosi, maupun mengelola keuangan melalui berbagai inovasi teknologi.
- Pilar Visibilitas Usaha: Mendorong visibilitas mitra usaha kepada target pasar. Salah satunya melalui pemasangan iklan pada medium secara in-app dan OOH (Out of Home).
- Pilar Strategi Promosi: Mendorong pertumbuhan mitra usaha melalui ragam strategi pemasaran digital yang efektif dalam meraih target audiens.
Pertumbuhan bisnis Makmur Jaya Coffee Roasters bersama GoFood menggambarkan dampak positif yang dibawa oleh kehadiran ekosistem digital GoTo terhadap pertumbuhan bisnis lokal. hasil riset oleh LPEM FEB UI di 2024 menunjukkan bahwa kegiatan akomodasi makanan dan minuman dari layanan GoFood telah berkontribusi hingga Rp 19,68 triliun atau mencapai 3,7% terhadap PDB Indonesia 2023.
Berita Terkait
-
BPJPH Mengapresiasi AQUA yang Konsisten Bantu UMKM Mendapatkan Sertifikasi Halal
-
Dibuka saat COVID 19, Bambu Tresno Tampilkan Kerajinan Estetik di BRI UMKM EXPO(RT) 2025
-
Pemangkasan Anggaran Infrastruktur Jadi Momentum Keterlibatan UMKM Konstruksi Daerah
-
Dari Warung Hingga Platform Digital: Strategi BRI Kembangkan Pasar UMKM
-
Hadirkan Beragam Produk yang Kreatif, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Tarik Perhatian Pengunjung Mancanegara
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik