Sejak tahun 2024, sistem DPCS yang digunakan oleh 91% kios penyalur pupuk subsidi yang terdaftar sudah diperkuat dengan Retail Management System pada aplikasi REKAN. Dengan rata-rata 2,1 juta transaksi per bulan, sistem ini mencapai akurasi data 99%. Menurut laporan internal perusahaan, implementasi RMS memungkinkan distributor dan kios mendapatkan akses instan terhadap stok, harga, dan promosi, sehingga mempersingkat waktu transaksi dari awalnya 2 jam menjadi hanya 15 menit.
Selain itu, seperti yang disampaikan mantan Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, digitalisasi sistem distribusi meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran pupuk subsidi. “Dengan sistem digital yang terintegrasi, penyelewengan dan spekulasi stok dapat ditekan, sehingga petani lebih mudah mendapatkan pupuk sesuai kebutuhannya,” ujarnya dalam seminar digitalisasi pertanian pada 2023 silam.
Seiring industri pupuk yang berkembang pesat, Pupuk Indonesia mengambil langkah besar dengan mengadopsi Digital Manufacturing Excellence, sebuah inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dan big data. Dengan dukungan aplikasi Digital Fertilizer, BUMN yang lahir pada 24 Desember 1959 ini bisa dengan mudah memantau kinerja 13 pabrik secara real-time, memastikan efisiensi dalam penggunaan bahan baku serta memangkas downtime produksi hingga 20%. Keunggulan ini bukan sekadar peningkatan teknologi, melainkan juga sebuah lompatan menuju industri pupuk yang lebih tangguh dan adaptif.
Tidak hanya pada lini produksi, Pupuk Indonesia juga memperkuat fondasi digital melalui Single System ERP SAP, yang berhasil mengintegrasikan 10 anak perusahaan dalam satu sistem terpadu. Hasilnya, proses pelaporan keuangan yang sebelumnya memakan waktu 14 hari kini dapat diselesaikan hanya dalam 3 hari. Efisiensi ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, melainkan juga memberikan lebih banyak opsi menjalankan langkah strategis yang lebih cepat dan akurat.
Keberhasilan transformasi digital ini dibuktikan dengan laporan keuangan yang solid. Mengutip laporan terkait, Pupuk Indonesia mencatat lonjakan laba bersih dari Rp3,4 triliun pada 2019 menjadi Rp6,3 triliun pada 2022, dengan pertumbuhan EBITDA mencapai 224% dari yang ditargetkan. Selain itu, penerapan predictive maintenance juga berhasil mengoptimalkan penggunaan energi dan mengurangi limbah sehingga menghemat biaya produksi hingga Rp1,2 triliun.
Pertanian Presisi: Solusi Peningkatan Produktivitas Petani
Dari sisi strategi transformasi digital, Pupuk Indonesia mengembangkan teknologi pertanian presisi melalui Digital Soil dan Precirice, yakni alat uji tanah digital berbasis AI yang memiliki fitur masukan atau rekomendasi bagi petani terkait pemupukan spesifik untuk tanaman padi.
Merujuk pada sejumlah uji coba yang dilakukan di berbagai daerah, teknologi ini meningkatkan produktivitas lahan hingga 12% dan mengurangi penggunaan pupuk hingga 18%. Dengan implementasi skala nasional, sistem ini diharapkan bisa membantu petani menghemat biaya produksi karena lebih efisien sekaligus meningkatkan hasil panen.
Langkah Pupuk Indonesia yang memanfaatkan AI dalam bisnis mereka ini mendapatkan apresiasi dari pakar teknologi pertanian dari Kementerian Pertanian, Laila Munazah. Menurut Laila, penggunaan AI sebagai pertimbangan rekomendasi pemupukan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan ketidaktepatan dosis pupuk yang selama ini banyak dikeluhkan oleh petani.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Berdayakan UMKM Kain Songket Jadi Berjual Nilai Tinggi
“Banyak petani yang masih menggunakan pupuk secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan sistem berbasis AI, petani bisa mendapatkan rekomendasi yang lebih akurat dan berkelanjutan,” katanya dalam sebuah seminar inovasi pertanian pada tahun 2024 lalu.
Revolusi Rantai Pasok melalui Sistem Terintegrasi
Dalam mendistribusikan pupuk dari pabrik, kios hingga sampai ke tangan petani, Pupuk Indonesia mengimplementasikan sebuah sistem yang memungkinkan pemantauan distribusi pupuk secara realtime melalui Distribution Planning & Control System (DPCS). Teknologi ini juga sudah dilengkapi Early Warning System yang berguna untuk memprediksi kekurangan stok lintas daerah. Sehingga, membantu Pupuk Indonesia untuk lebih akurat dalam perencanaan distribusi. Berdasarkan data yang dikutip Redaksi Suara.com hingga akhir 2024 lalu,peningkatan akurasi yang dihasilkan dari DPCS dalam distribusi mencapai 30%.
Dampak positifnya, Pupuk Indonesia berhasil mengoptimalkan logistik dan mengurangi buffer stock sebesar 15%. Langkah ini juga memiliki peran dalam efisiensi biaya logistik perusahaan hingga Rp200 miliar.
Sejak 2024, sistem ini sudah dilengkapi dengan Retail Management System yang membantu kios pupuk dalam digitalisasi jual-beli, sekaligus membantu Pupuk Indonesia melakukan pemantauan distribusi secara langsung. Hingga saat ini, RMS telah digunakan oleh 91% kios terdaftar di Indonesia, memproses 2,1 juta transaksi per bulan dengan akurasi data 99%.
Integrasi dengan platform iPubers memungkinkan distributor dan kios mengakses data stok, harga, dan promosi dengan lebih cepat dan efisien.
Berita Terkait
-
Adopsi Teknologi, Pupuk Indonesia Berhasil Tingkatkan Produktivitas
-
Pupuk Indonesia Pastikan Kios Jual Pupuk Subsidi Sesuai Harga Eceran Tertinggi
-
Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Dukung Kemajuan Voli Tanah Air
-
Emak-Emak Jadi Andalan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Beri Pelatihan Khusus
-
Pupuk Indonesia Berdayakan UMKM Kain Songket Jadi Berjual Nilai Tinggi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif