- Menteri ESDM menyebut hilirisasi batubara menjadi DME adalah upaya kurangi impor LPG karena produksi domestik rendah.
- Indonesia sangat bergantung impor LPG mencapai 8,4 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik tahunan.
- Pembangunan pabrik DME, memanfaatkan batubara kalori rendah, direncanakan mulai dilakukan pada Januari 2026.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut proyek hilirisasi batubara menjadi dimetil eter atau DME menjadi salah upaya untuk menekan ketergantungan impor liquified petroleum gas atau LPG.
Bahlil menyebut, ketergantungan terhadap impor LPG disebabkan kemampuan produksi dalam negeri.
Dikatakannya, dari 10 juta ton kebutuhan domestik, Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 1,6 juta ton. Dengan tingginya kebutuhan itu berdampak terhadap devisa yang harus dikeluarkan.
"Artinya kita itu impor 8,4 juta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berapa ratus triliun itu devisa kita keluar," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta yang dikutip, Jumat (9/1/2026).
Bahlil mengungkap, kendala produksi LPG dalam negeri, salah satu jenis bahannya bakunya.
"Untuk membangun pabrik LPG, kalau pakai gas itu kan bahan bakunya C3, C4. Sementara gas kita itu lebih banyak di C1, C2, mau tidak mau harus ada substitusi impor," ujar Bahli.
Oleh karenanya, proyek hilirisasi batubara menjadi DME menjadi salah satu kunci untuk menekan ketergantungan terhadap penggunaan LPG.
"Nah, caranya adalah memanfaatkan batubara low calorie untuk DME, itu bisa dipakai untuk mengganti LPG," imbuhnya.
Adapun rencana pembangunan pabrik DME akan dimulai pada bulan ini. Hal itu sebagaimana diungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028
Dia menyebut, pemerintah akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking 6 dari 18 proyek hilirisasi pada Januari 2026, termasuk hilirisasi batubara menjadi DME.
"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," kata Prasetyo.
Berita Terkait
-
Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK
-
Penentuan Kuota BBM bagi SPBU Swasta, Ini Kata Wamen ESDM
-
Tarif Listrik Kuartal I 2026 Tak Naik, PLN Berikan Penjelasan
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
ESDM Terus Kejar Target Produksi Minyak Tembus 900 Ribu Barel per Hari
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
PHK Buruh Mie Sedap Sedang Dimonitor Kemenaker
-
Mudik Lebaran 2026: 16,83 juta Orang Diprediksi Serbu Jawa Timur
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya