Suara.com - BP Indonesia terpantau menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis BP 92 pada 1 Maret 2025, dari Rp 13.200 per liter menjadi Rp 13.300 per liter.
Sementara itu, Shell Indonesia menaikkan harga BBM jenis Shell Super dari Rp 13.350 per liter pada Februari 2025, menjadi Rp 13.590 per liter di 1 Maret 2025.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) baru saja mengumumkan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seri Dex yang berlaku mulai 1 Maret 2025 di beberapa wilayah tertentu, dimana terjadi penurunan harga.
Di wilayah Jabodetabek, tercatat penyesuaian harga untuk Dexlite, yang semula Rp 14.600 per liter, kini turun menjadi Rp 14.300 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex turun dari Rp 14.800 per liter menjadi Rp 14.600 per liter.
Adapun harga BBM seri Pertamax tetap stabil, dengan Pertamax di harga Rp 12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp 14.000 per liter, dan Pertamax Green 95 di Rp 13.700 per liter. Harga untuk Pertalite dan Biosolar (subsidi) juga tetap, masing-masing Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Sabar Ya! Bahlil dan Purbaya Masih Hitung-hitung Bea Keluar Batu Bara
-
Inalum Catatkan Rekor Produksi dan Penjualan Paling Tinggi Sepanjang Tahun 2025
-
IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus
-
Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung
-
Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK
-
Gen Z Bisa Miliki Rumah, Hunian Terjangkau Ini Jadi Alternatif di Tengah Harga Melambung
-
Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil
-
Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya
-
IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!
-
Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798