Suara.com - Indeks Wall Street kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (4/3/2025) (waktu setempat), dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan global setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap impor dari Kanada, Meksiko, dan China. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 670,25 poin (1,55%), sementara S&P 500 anjlok 71,57 poin (1,22%), dan Nasdaq Composite melemah 65,03 poin (0,35%).
Tarif 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada, serta kenaikan bea masuk dua kali lipat untuk barang-barang China, mulai berlaku pada Selasa (4/3). Kebijakan ini memicu respons balasan dari China dan Kanada. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga berjanji akan memberikan tanggapan serupa, meskipun belum merinci langkah konkretnya.
Saham-saham di Wall Street turun signifikan, terutama di sektor perbankan dan otomotif. Saham Citigroup dan JPMorgan Chase & Co masing-masing turun 6,2% dan mendekati 4%. Sementara itu, saham produsen mobil Ford dan General Motors, yang memiliki rantai pasokan luas di Amerika Utara, masing-masing anjlok 2,9% dan 4,6%. Saham ritel juga tertekan, dengan Target turun 3% setelah memperkirakan penjualan tahunan di bawah ekspektasi, dan Best Buy merosot 13,3% akibat perkiraan kinerja yang lemah.
Pasar Saham Asia Melemah Imbas Kebijakan Trump
Kebijakan tarif Trump juga berdampak pada pasar saham Asia, yang melemah pada Selasa (4/3). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,2%, sementara Topix melemah 0,7%. Meskipun tingkat ketenagakerjaan Jepang untuk Januari mencapai 2,5%, di atas perkiraan 2,4%, sentimen pasar tetap negatif.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,15%, dan Kosdaq melemah 0,81%. Penjualan ritel negara itu untuk Januari 2025 turun 0,6% dari bulan sebelumnya. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,58%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,28%. Namun, indeks Shanghai Composite China justru naik 0,22%, didorong oleh antisipasi pertemuan parlemen tahunan China yang dikenal sebagai "Dua Sesi", yang dimulai pada Selasa (4/3).
IHSG: Berpotensi Rebound Meski Ada Risiko Koreksi
Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup turun 2,14%. Namun, menariknya, terjadi net buy asing senilai Rp309 miliar. Saham-saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, dan ASII.
Hari ini, IHSG berpotensi mengalami rebound secara teknikal, meskipun masih ada risiko koreksi akibat dampak penurunan bursa AS. Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.260-6.320, sementara level resist berada di 6.480-6.530.
Baca Juga: Bayang-bayang Jokowi Bikin Investor Hengkang, Analisis Rocky Gerung Soal Ekonomi Lesu
Berikut beberapa rekomendasi saham merujuk pada kajian BNI Sekuritas.
1. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
- Prospek: BBRI merupakan salah satu saham perbankan yang memiliki fundamental kuat. Dengan dukungan net buy asing, saham ini berpotensi rebound setelah koreksi kemarin.
- Strategi: Buy on weakness dengan target rebound ke level resist.
2. ANTM (Aneka Tambang)
- Prospek: Saham komoditas ini mendapat dukungan dari harga emas yang stabil. ANTM berpotensi menguat jika IHSG rebound.
- Strategi: Buy on weakness dengan target kenaikan ke level resist.
3. PTRO (Petrosea Tbk)
- Prospek: Saham sektor energi ini memiliki potensi kenaikan seiring dengan pemulihan harga komoditas energi global.
- Strategi: Spec buy dengan target kenaikan jangka pendek.
4. TLKM (Telkom Indonesia)
- Prospek: Saham blue-chip ini memiliki fundamental kuat dan sering menjadi pilihan investor saat pasar bergejolak.
- Strategi: Buy on weakness dengan target rebound ke level resist.
Berita Terkait
-
IHSG Masih Nyaman Berada di Zona Merah pada Perdagangan Pagi Ini
-
Kebijakan Tarif Trump Picu Kekhawatiran Pasar: Wall Street Anjlok, IHSG Siap-siap Turun Lagi?
-
IHSG Mulai Masuk Zona Hijau Kembali di Awal Perdagangan Hari Ini
-
Erick Thohir Bicara Sentimen Danantara ke IHSG
-
Bayang-bayang Jokowi Bikin Investor Hengkang, Analisis Rocky Gerung Soal Ekonomi Lesu
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja