Suara.com - Beredar kabar yang menyatakan bahwa Permadi Arya, yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Janda, telah ditunjuk sebagai komisaris di salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan pria tersebut menjabat sebagai komisaris di PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga Tbk.
Namun, melalui akun Instagram resminya, manajemen JMTO membantah kebenaran informasi tersebut. Menjawab salah satu pertanyaan netizen di media sosial, akun resmi JMTO menegaskan, "Halo Sobat JMTO, informasi tersebut tidak benar ya. Sampai saat ini, tidak ada pengangkatan saudara Permadi Arya sebagai komisaris PT JMTO."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan baik oleh Kementerian BUMN maupun JMTO. Meski begitu, isu liar ini terus bergulir karena pihak dari Arya Permadi juga belum memberikan keterangan resmi.
Informasi mengenai penunjukan Permadi Arya sebagai komisaris di JMTO sebelumnya beredar luas di media sosial. Beberapa unggahan menampilkan gambar poster yang mengklaim bahwa Permadi Arya alias Abu Janda telah ditetapkan sebagai komisaris di perusahaan BUMN tersebut. Poster tersebut bertuliskan 'Selamat dan Sukses atas terpilihnya Permadi Arya sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operation'.
Klaim ini kemudian memicu berbagai pertanyaan dari publik mengenai kebenarannya. Permadi Arya, pria kelahiran Jawa Barat pada 14 Desember 1973 ini, dikenal sebagai seorang pegiat media sosial yang aktif. Isu mengenai penunjukannya sebagai komisaris BUMN pun menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Sebelumnya, berbagai media telah memberitakan bahwa Permadi Arya alias Abu Janda memberikan tanggapan terkait kabar pengangkatannya sebagai Komisaris PT Jasamarga Toll Road Operation (JMTO). Namun, melalui akun media sosial pribadinya, Permadi tampak enggan memberikan komentar panjang lebar mengenai isu ini. Sementara itu, spekulasi terus bermunculan seiring dengan belum adanya pernyataan resmi dari pihak JMTO terkait validitas penunjukan tersebut.
Profil PT Jasamarga Toll Road Operation (JMTO)
PT Jasamarga Toll Road Operation (JMTO) merupakan anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan jalan tol.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran Mulai Ramai, Ruas Tol Jakarta-Cikampek II Kembali Dibuka Fungsional
JMTO berperan sebagai operator jalan tol yang mengelola sejumlah ruas tol strategis di Indonesia, termasuk pemeliharaan, pengoperasian, dan layanan pengguna tol. Perusahaan ini didirikan untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan jalan tol serta memberikan layanan optimal kepada pengguna jalan tol nasional.
JMTO mengoperasikan beberapa ruas tol penting, seperti Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Tol Cipularang, dan Tol Trans Jawa. Perusahaan ini juga bertanggung jawab atas pemeliharaan infrastruktur tol, pengaturan lalu lintas, serta penerapan sistem pembayaran elektronik seperti e-Toll untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol.
Sebagai bagian dari PT Jasa Marga—BUMN penyelenggara jalan tol terbesar di Indonesia—JMTO berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi teknologi, seperti sistem Multi-Lane Free Flow (MLFF) yang memungkinkan pembayaran tol tanpa berhenti. Selain itu, JMTO aktif berpartisipasi dalam program corporate social responsibility (CSR) untuk mendukung masyarakat sekitar ruas tol.
Dengan visi menjadi operator tol terdepan di Asia Tenggara, JMTO terus memperluas jangkauan operasionalnya seiring dengan pembangunan infrastruktur tol nasional. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan konektivitas jalan tol di Indonesia, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memperlancar distribusi logistik nasional.
JMTO merupakan salah satu tulang punggung dalam pengembangan infrastruktur transportasi Indonesia, sekaligus wujud nyata kontribusi BUMN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Profil dan Pendidikan Abu Janda, Eks Pembela Jokowi yang Heboh Jadi Komisaris Perusahaan BUMN!
-
Abu Janda Diisukan Jadi Komisaris Jasamarga Tollroad Operator, Benarkah?
-
Antisipasi Macet: Jasa Marga Terapkan Contraflow di Tol Jagorawi Arah Pucak
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Arus Balik Lebaran Mulai Ramai, Ruas Tol Jakarta-Cikampek II Kembali Dibuka Fungsional
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh
-
Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram