Suara.com - CAR Life Insurance, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, merayakan pencapaian luar biasa dalam perjalanannya selama 50 tahun melayani masyarakat Indonesia.
Direktur Utama Car Life Insurance Freddy Thamrin mengatakan dengan tema 50 Years of Excellence “Growth and Sustainability”, CAR Life Insurance menekankan komitmennya untuk terus berkembang dan berinovasi dalam industri asuransi jiwa guna memberikan perlindungan terbaik bagi nasabah di seluruh negeri.
"CAR Life Insurance telah menjadi bagian integral dalam memberikan solusi perlindungan jiwa bagi masyarakat Indonesia," kata Freddy dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Perusahaan juga terus berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan dalam berbagai aspek bisnisnya, baik dari sisi produk, layanan, maupun keberlanjutan operasional.
“Selama lima dekade terakhir, kami telah menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di industri asuransi. Namun, dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, kami yakin CAR Life Insurance akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia,” bebernya.
Perayaan ulang tahun ke-50 ini menjadi momentum bagi CAR Life Insurance untuk semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa yang adaptif, inovatif, dan berorientasi terhadap keberlanjutan. Dengan dukungan nasabah dan seluruh mitra bisnis, CAR Life Insurance siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan penuh peluang.
Sejak didirikan, perusahaan telah tumbuh menjadi salah satu pemain utama di industri ini dengan menghadirkan layanan inovatif dan berbasis digital yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Saat ini, CAR Life Insurance memiliki lebih dari 3 juta tertanggung dan/atau peserta terdiri dari konvensional & syariah per Desember 2024, menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap layanan dan produk yang ditawarkan.
Selain itu, dengan dukungan lebih dari 5 ribu agen berlisensi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan 630 karyawan, CAR Life Insurance terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa yang dapat diandalkan.
Baca Juga: GOTO Catat Bisnis GTV Inti Raup Rp83,2 Triliun di Kuartal I 2025
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, CAR Life Insurance telah memperluas jaringannya dengan memiliki 46 Kantor Pemasaran serta 36 Kantor Layanan Nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hal ini memastikan bahwa layanan CAR Life Insurance dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di berbagai daerah. Selain itu, CAR Life Insurance mencatat Risk Based Capital (RBC) sebesar 253% pada Desember 2024 (unaudited), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka pencapaian ini jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu 120%, menandakan bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sangat sehat dan stabil.
Di era digital saat ini, CAR Life Insurance terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kepada nasabah. Transformasi digital telah dilakukan dengan menghadirkan platform berbasis teknologi yang mempermudah akses terhadap produk dan layanan asuransi.
Digitalisasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses informasi dan melakukan pembayaran premi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam operasional perusahaan.
Sementara itu, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life) membukukan jumlah investasi Rp10,89 triliun di sepanjang 2024. Pencapaian itu tumbuh 0,65 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,81 triliun.
Mengutip laporan keuangan (audited) CAR Life, jumlah beban klaim dan manfaat yang dibayarkan CAR Life tercatat sebesar Rp1,97 triliun di 2024 atau naik 9,21 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,80 triliun.
Kemudian, CAR Life mencatatkan pendapatan premi neto sebesar Rp1,78 triliun di 2024. Pencapaian itu turun sebanyak 28,02 persen dibandingkan dengan premi neto di 2023 yang tercatat sebesar Rp2,48 triliun. Untuk laba bersih, CAR Life memperoleh Rp207,32 miliar atau turun 0,58 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp208,53 miliar.
Berita Terkait
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
Detik-Detik Menkeu Purbaya Kaget Dapat Gift Singa dan Paus Saat Live: Ntar Disangka Gratifikasi
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS