Suara.com - Ketidakpastian ekonomi global sangat berdampak pada keuntungan perusahan di beberapa negara. Bahkan membuat perusahaan mengalami bangkrut. Apalagi, angka kelahiran yang rendah membuat perusahaan kesulitan mendapatkan karyawannya.
Hal itu dirasakan oleh beberapa perusahaan di Jepang. Negara tersebut mencatat bahwa kebangkrutan perusahaan di Jepang meningkat 5,7 persen pada bulan April dari tahun sebelumnya menjadi 828.
Angka ini berada level tertinggi dalam 11 tahun untuk bulan tersebut. Alasannya dikarenakan bisnis berjuang dengan kekurangan tenaga kerja dan kesulitan pendanaan karena harga yang tinggi.
Jumlah kebangkrutan yang terkait dengan kekurangan tenaga kerja adalah 36, rekor tertinggi untuk bulan April sejak 2013 ketika data yang sebanding tersedia, sementara yang terkait dengan kenaikan harga berada di angka 56.
Menurut industri, sektor jasa, termasuk restoran, mengalami jumlah kebangkrutan tertinggi yaitu 292, naik 10,6 persen, diikuti oleh sektor konstruksi dengan 152 dan sektor ritel dengan 106, menurut Tokyo Shoko Research.
Seorang pejabat perusahaan riset tersebut memperingatkan tentang tantangan yang dihadapi perusahaan kecil dan menengah dalam mengamankan sumber daya manusia yang cukup, karena mereka tidak dapat mengimbangi tingkat kenaikan upah yang terlihat di perusahaan-perusahaan besar.
Sebelumnya, Tokyo Shoko Research mencatat jumlah kebangkrutan perusahaan dengan kewajiban JPY 10 juta atau lebih di tahun 2024, naik 15,1 persen dari tahun 2023 menjadi 10.006. Angka ini melampaui 10.000 untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.
Angka tahunan tersebut menandai peningkatan tahun ketiga berturut-turut karena kenaikan harga akibat melemahnya yen, dan kekurangan tenaga kerja menyebabkan kegagalan bisnis di berbagai industri.
Total kewajiban yang ditinggalkan oleh perusahaan yang gagal pada tahun 2024 menurun 2,4 persen menjadi JPY 2,3 triliun, karena hanya ada satu kasus kebangkrutan dengan kewajiban sebesar JPY 100 miliar atau lebih, yakni MSJ Asset Management, sebelumnya Mitsubishi Aircraft, dengan total JPY 641,3 miliar.
Baca Juga: Penjualan Obat Anjlok 80 Persen, Indofarma Masih Merugi Rp25,10 Miliar
Sementara itu, lebih dari 70 persen perusahaan yang gagal memiliki kewajiban kurang dari JPY 100 juta. Berdasarkan industri, kegagalan bisnis meningkat di 8 dari 10 sektor yang disurvei. Sektor jasa menduduki puncak daftar, dengan 3.329 kebangkrutan, naik 13,2 persen dari tahun 2023.
Industri konstruksi dan transportasi, yang keduanya menghadapi kesulitan perekrutan yang serius karena aturan lembur yang lebih ketat, mengalami peningkatan angka kebangkrutan masing-masing sebesar 13,6 persen dan 9,8 persen.
Jumlah kebangkrutan yang terkait dengan kekurangan tenaga kerja melonjak sekitar 80 persen menjadi 289, mencapai rekor tertinggi sejak perusahaan riset tersebut mulai menyusun data kebangkrutan perusahaan pada tahun 2013.
Sedangkan, jumlah kegagalan penerima pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan berdasarkan program yang diperkenalkan selama pandemi COVID-19 turun menjadi 567 dari 635 pada tahun sebelumnya.
Pada bulan Desember saja, jumlah kebangkrutan perusahaan di negeri matahari terbit ini naik 3,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi 842.
Perusahaan yang tengah berjuang mengurangi utang dan menaikkan harga untuk mencerminkan biaya yang lebih tinggi dapat menghadapi kondisi manajemen yang lebih sulit di tengah meningkatnya suku bunga.
Berita Terkait
-
Karyawan Gaji Rp 10 Juta Dapat Bebas Pajak dari Purbaya, Cek Syaratnya
-
SBN Jadi Primadona: Hasil Investasi Asuransi Melonjak 60,43%, OJK Tatap 2026 dengan Optimistis
-
Defisit APBN 2025 Terancam Naik, Purbaya Pede Ekonomi RI Tetap Bagus
-
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela
-
Modal Berharga John Herdman Latih Timnas Indonesia, Punya Rekor Mentereng Lawan Tim Asia
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
-
Karyawan Gaji Rp 10 Juta Dapat Bebas Pajak dari Purbaya, Cek Syaratnya
-
Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru
-
Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun
-
Driver 001 Angkatan Pertama Gojek Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim
-
Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya
-
Rupiah Masih Meloyo, Cek Kurs Dolar AS Hari Ini di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA
-
Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela