- Rupiah melemah di perdagangan awal Januari 2026, dibuka pada level Rp 16.730 per USD Senin pagi.
- Pelemahan nilai tukar Rupiah ini terjadi akibat penguatan posisi Dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari itu.
- Beberapa bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA menunjukkan perbedaan kurs jual beli USD pada 5 Januari.
Suara.com - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan perdana di pekan pertama Januari 2026 dengan masuk zona merah. Hal ini setelah USD perkasa pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah pada level Rp 16.730 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026 pagi.
Dengan pelemahan rupiah membuat kurs USD lebih tinggi di beberapa perbankan Indonesia.
Adapun, berikut ini daftar kurs jual beli dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA:
Bank Mandiri
Berdasarkan data Bank Mandiri per 5 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.705 dan kurs jual Rp 16.7235.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.600 - Rp 16.700 (beli) dan Rp 16.700 - Rp 16.850 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan USD dapat berubah sewaktu-waktu.
BNI
Berdasarkan data BNI per 5 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.736 dan kurs jual Rp 16.880.
Baca Juga: Rupiah Terperosok ke Rp16.730 Pagi Ini, Gejolak Politik AS-Venezuela Jadi Biang Kerok
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.580 (beli) dan Rp16.880 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan USD dapat berubah sewaktu-waktu.
BRI
Berdasarkan data Bank BRI per 5 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.728 dan kurs jual Rp 16.755.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.645 (beli) dan Rp 16.845 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan USD dapat berubah sewaktu-waktu.
BCA
Berdasarkan data BCA per 5 Januari 2026, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp 16.738 dan kurs jual Rp 16.758. Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp 16.600 dan Rp 16.830 Rp 16.900 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan USD dapat berubah sewaktu-waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit