Suara.com - Orang-orang kaya sering kali mengaitkan kesuksesan mereka dengan manajemen waktu yang efektif. Mereka menyadari bahwa waktu adalah sumber daya yang paling berharga dan tidak dapat diperbarui.
Untuk itu ada prinsip-prinsip inti yang secara konsisten diterapkan untuk memaksimalkan produktivitas mereka. Serta membangun kekayaan yang lama. Berikut 7 mengatur waktu agar bisa kaya lebih lama dilansir New Trade U:
1.Gunakan Formula 80/20
Formula aturan 80/20, menyatakan bahwa 80% hasil berasal dari 20% masukan. Orang-orang kaya unggul dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan sejumlah kecil aktivitas yang menghasilkan hasil paling banyak.
Aktivitas berdampak tinggi biasanya mencakup perencanaan strategis, membangun hubungan, membuat kesepakatan, dan memecahkan masalah secara kreatif.
Tugas-tugas ini secara langsung berkontribusi pada perolehan pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Sebaliknya, aktivitas berdampak rendah melibatkan pekerjaan administratif rutin atau rapat yang tidak perlu.
Untuk menerapkan prinsip ini, lakukan audit tugas secara berkala untuk mengidentifikasi aktivitas mana yang mendorong Anda mencapai tujuan. Lacak hasil dengan cermat dan sesuaikan fokus Anda.
2.Mulailah Setiap Hari dengan Perencanaan Selama 15 Menit
Orang-orang yang sukses mendedikasikan 10-15 menit setiap malam atau pagi untuk menguraikan prioritas mereka dan menyusun hari berikutnya bisa membuatnya kaya lebih lama. Kebiasaan sederhana ini menciptakan kejelasan dan mencegah pengambilan keputusan reaktif yang dapat menggagalkan produktivitas.
Buatlah kalender digital, perencana fisik, dan aplikasi produktivitas adalah alat yang hebat untuk proses perencanaan ini. Pndekatan yang disengaja ini secara langsung berkorelasi dengan pencapaian tujuan kekayaan jangka panjang dengan memastikan setiap hari berkontribusi secara berarti pada tujuan yang lebih besar.
3.Jadwalkan Waktu Kerja Mendalam Tanpa Gangguan
Kerja mendalami kemampuan untuk fokus tanpa gangguan pada tugas-tugas yang menuntut secara kognitif—adalah landasan penciptaan kekayaan. Orang-orang kaya melindungi blok waktu, biasanya 90-120 menit, untuk upaya terkonsentrasi pada proyek-proyek mereka yang paling penting.
Baca Juga: Anggoro Eko Cahyo Jadi Dirut BSI, Begini Rekam Jejak Kariernya
Menciptakan sesi kerja mendalam yang praktis memerlukan desain lingkungan. Serta menemukan tempat yang tenang, mematikan telepon, dan mengomunikasikan batasan kepada rekan kerja. Hubungan antara kerja mendalam yang berkelanjutan dan akumulasi kekayaan menjadi jelas ketika mempertimbangkan bahwa sebagian besar terobosan bisnis yang signifikan muncul dari periode upaya yang intens dan terfokus.
4. Bangun Sistem untuk Delegasi Strategis dan Outsourcing
Orang kaya menyadari bahwa waktu mereka harus difokuskan pada aktivitas yang memaksimalkan nilai unik mereka. Mereka mengembangkan sistem untuk mendelegasikan tugas rutin, khusus, atau memakan waktu kepada orang lain. Pola pikir ini bergeser dari melakukan semuanya secara pribadi menjadi memanfaatkan keahlian orang lain yang menandai perbedaan mendasar dalam akumulasi kekayaan.
Pilihan delegasi yang efektif meliputi perekrutan karyawan, melibatkan asisten virtual, atau mengontrak pekerja lepas. Kuncinya terletak pada mengidentifikasi tugas mana yang memerlukan perhatian pribadi dan mana yang dapat ditangani oleh orang lain. Ketika satu jam waktu Anda menghasilkan nilai yang jauh lebih besar daripada biaya pendelegasian tugas, delegasi menjadi rasional secara ekonomi.
5.Manfaatkan Teknologi dan Sistem Otomatis
Ketika digunakan secara strategis, teknologi berfungsi sebagai pengganda kekuatan untuk manajemen waktu. Orang kaya berinvestasi dalam alat yang mengotomatiskan tugas rutin dan menyederhanakan alur kerja. Perangkat lunak manajemen proyek, asisten AI, dan platform otomatisasi mengubah pekerjaan.
Berita Terkait
-
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Lantik Ketua dan Anggota Dewan Direksi LPEI
-
BNI Hadirkan agen46 Hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bisnis Roby Tremonti, Sosok Diduga Terkait dalam Buku Aurelie Moeremans
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen