Suara.com - Karyawan Starbucks kembali melakukan aksi mogoknya. Adapun, para barista Starbucks memprotes aturan berpakaian baru perusahaan itu yang membuat mereka tidak nyaman.
Sebanyak 2.000 barista Starbucks di 120 toko AS telah mogok kerja sejak Minggu untuk memprotes aturan berpakaian baru itu. Hal itu dilaporkan oleh serikat Starbucks Workers United yang mewakili pekerja raksasa kopi itu di AS.
Starbucks menetapkan batasan baru mulai Senin tentang apa yang boleh dikenakan barista di balik celemek hijau mereka. Aturan berpakaian itu mengharuskan karyawan di toko-toko yang dioperasikan dan berlisensi perusahaan di AS dan Kanada untuk mengenakan kemeja hitam polos dan bawahan denim khaki, hitam, atau biru.
Di bawah aturan berpakaian sebelumnya, barista dapat mengenakan lebih banyak warna gelap dan kemeja bermotif. Starbucks mengatakan aturan baru itu akan membuat celemek hijaunya menonjol dan menciptakan rasa keakraban bagi pelanggan karena mencoba menciptakan suasana yang lebih hangat dan lebih ramah di tokonya.
Namun Starbucks Workers United, serikat pekerja yang mewakili pekerja di 570 dari 10.000 gerai Starbucks milik perusahaan di AS, mengatakan bahwa aturan berpakaian harus tunduk pada perundingan kolektif.
“Starbucks telah kehilangan arah. Alih-alih mendengarkan barista yang membuat pengalaman Starbucks seperti sekarang, mereka justru berfokus pada hal-hal yang salah, seperti menerapkan aturan berpakaian baru yang ketat,” kata Paige Summers, seorang pengawas shift Starbucks dari Hanover, Maryland dilansie NBC News, Senin (19/5/2035).
“Pelanggan tidak peduli warna pakaian kami saat mereka menunggu 30 menit untuk menikmati latte," tambahnya.
Summers dan yang lainnya juga mengkritik perusahaan karena menjual berbagai jenis pakaian bermerek Starbucks yang tidak lagi boleh dikenakan karyawan untuk bekerja di situs web internal. Starbucks mengatakan akan memberikan dua kaos hitam gratis kepada setiap karyawan saat mengumumkan aturan berpakaian baru tersebut.
Sebelumnya, Starbucks Workers Union mengatakan total 1.000 pekerja telah melakukan aksi mogok kerja di 75 gerai di AS. Starbucks mengatakan pada saat itu bahwa pemogokan itu berdampak terbatas pada 10.000 tokonya yang dioperasikan perusahaan di AS.
Baca Juga: Gibran Bangga dengan QRIS
Dalam beberapa kasus, pemogokan menutup toko selama kurang dari satu jam, kata perusahaan itu. "Akan lebih produktif jika serikat pekerja melakukan upaya yang sama untuk kembali ke meja perundingan seperti yang mereka lakukan untuk memprotes mengenakan kemeja hitam ke tempat kerja," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan.
"Lebih dari 99% toko kami buka hari ini melayani pelanggan dan telah buka sepanjang minggu," tambahnya.
Serikat pekerja mengatakan minggu ini bahwa mereka mengajukan keluhan kepada Dewan Hubungan Perburuhan Nasional yang menuduh kegagalan Starbucks untuk berunding mengenai aturan berpakaian yang baru.
Sementara itu, Starbucks Workers United telah menyatukan toko-toko di AS sejak 2021. Starbucks dan serikat pekerja belum mencapai kesepakatan kontrak, meskipun setuju untuk kembali ke meja perundingan pada Februari 2024.
Sebagai informasi, Starbucks Corporation (Nasdaq: SBUX) hari ini melaporkan hasil keuangan untuk kuartal kedua fiskal 13 minggu yang berakhir pada 30 Maret 2025. Rinciannya penjualan toko yang sebanding secara global turun 1 persen didorong oleh penurunan 2 persen dalam transaksi yang sebanding. Sebagian diimbangi oleh peningkatan 1 persen dalam tiket rata-rata.
Penjualan toko yang sebanding di Amerika Utara turun 1 persen didorong oleh penurunan 4 persen dalam transaksi yang sebanding. Sebagian, diimbangi oleh peningkatan 3 persen dalam tiket rata-rata.
Berita Terkait
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit
-
IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Rp 695,1 Triliun, Nyaris 3 Persen!
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri
-
Gegara Tipu Daya Cinta, Uang Masyarakat Rp 49,19 Miliar Lenyap
-
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
-
Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir
-
Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!
-
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai
-
Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
-
OJK Desak Perbankan Segara Tutup Ribuan Rekening Judi Online