Suara.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong pemerintah untuk mempercepat langkah deregulasi serta memperkuat perlindungan terhadap industri padat karya, khususnya yang menyangkut kesejahteraan petani tembakau dan keberlanjutan industri hasil tembakau (IHT) di Indonesia.
Seruan ini datang dari Pengurus Pusat HKTI, Delima Hasri Azahari, sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pentingnya penyederhanaan kebijakan.
Delima menilai, kebijakan deregulasi yang mulai digencarkan oleh pemerintah merupakan langkah yang sangat positif, terutama bagi sektor pertanian yang selama ini kerap terbelit dalam kerumitan birokrasi.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi terutama dalam aspek kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) akan memudahkan jangkauan bantuan pemerintah kepada para petani, khususnya petani tembakau, secara lebih cepat, tepat, dan efisien.
Ia melanjutkan, keberpihakan pada petani lewat kebijakan yang lebih praktis bisa membawa dampak langsung yang signifikan terhadap kehidupan mereka.
"Tujuannya agar setiap rantai kebijakan dari pemerintah bisa lebih efektif dan efisien. Sehingga yang diuntungkan adalah para petani sebagai tulang punggung ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia," ujar Delima di Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Delima menggarisbawahi, deregulasi yang baik tidak hanya akan memperlancar jalur distribusi bantuan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas hasil panen. Salah satu hambatan utama yang selama ini dirasakan petani, jelasnya, adalah masalah distribusi pupuk yang sering kali tidak merata.
Dengan regulasi yang disederhanakan, Delima percaya bahwa hambatan-hambatan teknis seperti itu bisa teratasi, sehingga petani dapat bekerja lebih optimal.
Selain mendorong penyederhanaan kebijakan, Delima juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani. Menurutnya, organisasi seperti Wanita Tani dan Pemuda Tani memiliki peran strategis dalam membangun daya saing petani di tengah tantangan dan tekanan pasar yang kian kompleks.
Baca Juga: Aroma Reshuffle Juni Menguat! Menerka Potensi Erick Thohir Out?
Ia menilai, eksistensi organisasi-organisasi tersebut menjadi indikator perhatian pemerintah terhadap isu pertanian yang bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya manusia di sektor ini.
"Karena sejatinya tugas pemerintah adalah melindungi sekaligus menyejahterakan petani. Tentu saja dengan adanya Wanita Tani dan Pemuda Tani, hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah cukup concern pada persoalan pertanian," tuturnya.
Beralih ke isu bahan baku tembakau, Delima menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku industri dalam menjaga kesinambungan pasokan untuk IHT. Menurutnya, penguatan riset harus menjadi prioritas, terutama untuk menciptakan varietas tembakau yang adaptif terhadap perubahan iklim dan mampu memberikan produktivitas tinggi.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemitraan antara petani dan industri, yang tidak hanya meliputi akses terhadap pembiayaan, tetapi juga perlindungan melalui skema asuransi pertanian yang menjamin keberlangsungan usaha tani.
"Soal tata kelola dan regulasi yang mendukung, ini penting dan harus terus di-upgrade, karena regulasi dan tata kelola yang baik tentunya akan menjamin pasokan tembakau tetap diprioritaskan dan dilindungi," terangnya.
Lebih jauh, Delima menyampaikan bahwa industri hasil tembakau memiliki posisi vital sebagai sektor padat karya berbasis pertanian. Ia mengingatkan bahwa jutaan orang bergantung pada keberlangsungan sektor ini mulai dari petani tembakau dan cengkeh, buruh linting, hingga para pekerja di lini distribusi dan sektor kreatif yang menopang industri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik