Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 23 Juni 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.932.000 per gram.
Harga emas Antam merosot sebesar Rp 10.000 dibandingkan hari Senin, 23 Juni 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.776.000 per gram.
Harga buyback itu juga anjlok Rp 10.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp 1.016.000
- Emas 1 Gram Rp 1.932.000
- Emas 2 gram Rp 3.804.000
- Emas 3 gram Rp 5.681.000
- Emas 5 gram Rp 9.435.000
- Emas 10 gram Rp 18.815.000
- Emas 25 gram Rp 46.912.000
- Emas 50 gram Rp 93.745.000
- Emas 100 gram Rp 187.412.000
- Emas 250 gram Rp 468.265.000
- Emas 500 gram Rp 936.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.872.600.000
Harga Emas Dunia Cenderung Naik
Harga emas dunia cenderung alami kenaikan selama paruh pertama sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa, meskipun belum menunjukkan tindak lanjut yang kuat seiring investor mencermati sejumlah isyarat fundamental yang saling bertentangan.
Seperti dilansir FXstreet, harga logam kuning ini masih berupaya mempertahankan posisi setelah mengalami tekanan dari penguatan Dolar AS (USD) yang didorong oleh perkembangan geopolitik dan sikap hawkish dari Federal Reserve.
Tegangan geopolitik meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada Minggu lalu. Tindakan ini meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah, mendorong pelaku pasar untuk mencari aset safe haven seperti emas dan dolar AS.
Baca Juga: Emas Antam Stagnan di Harga Rp 1.942.000 per Gram
Di saat yang sama, Dolar AS tetap tangguh, karena didukung statusnya sebagai mata uang cadangan global dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Isyarat hawkish dari The Fed dipandang sebagai faktor yang membatasi laju kenaikan harga emas. Kebijakan suku bunga tinggi membuat logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik dibanding aset lain seperti obligasi pemerintah AS yang kini memberikan yield tinggi.
Meski tertahan oleh kuatnya dolar, ketidakpastian geopolitik dan risiko perang di Timur Tengah tetap mendukung minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Pasar masih menunggu tanggapan resmi Iran terhadap serangan udara tersebut. Setiap eskalasi lebih lanjut dapat meningkatkan volatilitas dan mendongkrak permintaan emas.
Selain itu, ketidakpastian yang masih berlangsung di sektor perdagangan global juga turut memperkuat daya tarik logam kuning. Ketegangan yang belum sepenuhnya reda antara beberapa negara besar, terutama soal tarif dan perdagangan energi, memberikan dorongan tambahan bagi investor untuk berlindung pada emas.
Dari perspektif teknikal, para penjual emas masih menunggu konfirmasi arah baru, khususnya pergerakan di bawah Simple Moving Average (SMA) periode 100 serta penembusan kuat di bawah saluran naik jangka pendek.
Jika terjadi, harga emas dapat mempercepat penurunan menuju area support di kisaran USD 3.323 – USD 3.322. Jika tekanan jual berlanjut, level psikologis penting di bawah USD 3.300 bisa menjadi target selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global