Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu, 25 Juni 2025, diprediksi masih berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, seiring meredanya tensi geopolitik global dan sentimen positif dari pasar luar negeri.
Namun, penguatan ini dinilai bersifat teknikal dan masih rentan terhadap koreksi apabila IHSG belum mampu menembus kembali level psikologis 7.000.
Pada penutupan perdagangan Selasa (24/6), IHSG ditutup naik signifikan sebesar 1,21 persen. Namun demikian, aksi jual asing yang cukup besar tercatat masih membayangi, dengan nilai net sell mencapai sekitar Rp 942 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain BBRI, TLKM, PGEO, BBCA, dan PGAS.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menjelaskan kenaikan IHSG kemarin sejalan dengan ekspektasi teknikal rebound yang telah diperkirakan sebelumnya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tren tersebut masih berisiko berbalik arah apabila tidak diikuti dengan penguatan yang solid.
"IHSG tepat untuk teknikal rebound sesuai ekspektasi, tapi masih rentan untuk kembali koreksi sepanjang belum break kembali di atas 7.000. Manfaatkan untuk take profit jika IHSG kembali melanjutkan kenaikan hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya.
Untuk level support, IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.800 hingga 6.840, sementara resistensi terdekat berada di rentang 6.950 hingga 7.000.
Sentimen Global Positif Angkat Pasar
Baca Juga: Penawaran Saham IPO CDIA Sampai Kapan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kondisi pasar global turut memberikan angin segar bagi pergerakan indeks di dalam negeri. Wall Street mencatat penguatan yang solid pada perdagangan Selasa, dengan indeks utama ditutup lebih dari 1 persen lebih tinggi.
Dow Jones naik 1,19 persen, S&P 500 menguat 1,11 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 1,43 persen.
Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh meredanya ketegangan antara Israel dan Iran, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata. Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara, investor menyambut baik pernyataan tersebut sebagai sinyal menurunnya risiko geopolitik.
Di antara saham-saham megacap yang dikenal sebagai magnificent seven, saham Tesla menjadi pengecualian dengan penurunan 2,4 persen. Sementara saham sektor penerbangan justru mencatatkan penguatan, dengan indeks S&P 1500 Airlines naik 2,4 persen.
Sebaliknya, saham-saham pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX Corp justru melemah masing-masing 2,6 persen dan 2,7 persen.
Harga minyak juga turun drastis akibat berkurangnya kekhawatiran atas gangguan pasokan global. Harga WTI anjlok 6 persen, dan Brent melemah 6,1 persen, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 7 persen pada hari sebelumnya.
Bursa Asia Pasifik Ikut Menguat
Dampak positif dari pernyataan gencatan senjata juga terasa di pasar Asia-Pasifik. Bursa utama di kawasan ini ditutup menguat tajam.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,14 persen, Topix menguat 0,73 pesen, Kospi Korea Selatan melonjak 2,96 persen, dan Kosdaq meningkat 2,06%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,95 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 2,06 persen, Shanghai Composite naik 1,15 persen, dan indeks Taiex Taiwan naik 2,10 persen.
Pernyataan Trump di platform Truth Social yang menyebutkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati “GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total... selama 12 jam” menjadi pemicu optimisme pelaku pasar.
Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi oleh kedua negara, pasar tetap merespons secara positif sebagai tanda meredanya risiko konflik yang sebelumnya membayangi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, BNI Sekuritas memberikan beberapa ide trading yang patut dicermati oleh investor, antara lain:
- TLKM
- ENRG
- PGEO
- BUKA
- TOBA
- CUAN
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta