Tipe 36: Mulai dari sekitar Rp 270 juta - Rp 450 juta. Banyak penawaran di kisaran Rp 280 juta hingga Rp 400 jutaan untuk unit klaster baru.
Tipe 45: Mulai dari sekitar Rp 450 juta - Rp 650 juta. Beberapa proyek menawarkan tipe ini dengan harga mulai Rp 580 jutaan.
Legok: Kenaikan Nilai Properti yang Melonjak Berkat Akses Tol Baru
Kecamatan Legok di Kabupaten Tangerang kini menjadi salah satu area incaran teratas bagi mereka yang mencari properti dengan harga awal yang sangat terjangkau namun memiliki prospek keuntungan besar. Pendorong utamanya adalah penyelesaian proyek Tol Serpong-Balaraja seksi 1B, yang menghubungkan Aeon Mall hingga Legok, yang dijadwalkan selesai pada akhir 2023. Akses tol ini secara drastis mempersingkat waktu tempuh menuju Jakarta dan area sekitarnya, memicu lonjakan minat dan nilai properti. Membeli properti di Legok saat ini dapat dianggap sebagai investasi strategis sebelum kenaikan harga mencapai puncaknya, menawarkan capital gain yang menjanjikan.
Perkiraan Harga di Legok (data indikatif 2024-2025):
Harga Tanah per Meter Persegi:
Area umum/sekunder: Mulai dari Rp 2.5 juta - Rp 3.5 juta/m².
Area strategis/dekat pintu tol: Bisa mencapai Rp 4 juta - Rp 6.5 juta/m².
Harga Rumah per Tipe:
Tipe 36: Mulai dari sekitar Rp 175 juta - Rp 400 juta. Beberapa promo bahkan menawarkan harga di bawah Rp 200 juta untuk unit klaster tertentu.
Tipe 45: Mulai dari sekitar Rp 350 juta - Rp 550 juta. Proyek seperti Widari Village menawarkan tipe yang bervariasi dengan harga mulai dari Rp 434 juta.
Pemilihan lokasi investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas harian dan target keuntungan jangka panjang Anda. Selalu disarankan untuk melakukan survei langsung ke lokasi dan berdiskusi dengan agen properti terpercaya untuk mendapatkan informasi harga paling akurat dan sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Baca Juga: Tol Bogor-Serpong Lewat Parung Segera Dibangun, Ini Daftar 14 Desa yang Dilewati
Berita Terkait
-
Waspada! Makanan Kadaluwarsa Dijual di Serpong dan Bogor, Dalangnya Oknum Satpol PP
-
Teknologi Penangkal Banjir: Modifikasi Cuaca Siap Diterapkan di Langit Jabodetabek
-
Hujan Deras, Banjir Genangi Kawasan Elite Alam Sutera
-
Serpong Tangsel Punya Pusat Pengembangan Nuklir, Cuma Ada di Film The Old Guard 2
-
UMKM Naik Kelas, Sanrah Food Buktikan Peran BRI Dalam Ekspor Produk Lokal
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru