Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 16 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.908.000 per gram.
Harga emas Antam anjlok Rp 6.000 dibandingkan hari Selasa, 15 Juli 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.752.000 per gram.
Harga buyback itu juga merosot Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp 1.004.000
- Emas 1 Gram Rp 1.908.000
- Emas 2 gram Rp 3.756.000
- Emas 3 gram Rp 5.609.000
- Emas 5 gram Rp 9.315.000
- Emas 10 gram Rp 18.575.000
- Emas 25 gram Rp 46.312.000
- Emas 50 gram Rp 92.545.000
- Emas 100 gram Rp 185.012.000
- Emas 250 gram Rp 462.265.000
- Emas 500 gram Rp 92.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.848.600.000
Harga Emas Dunia Menguat
Harga emas dunia mengalami penguatan terbatas pada Selasa, 15 Juli 2025, diperdagangkan di sekitar level USD 3.340 setelah sebelumnya menelusuri kembali penurunan dan mendekati level tertinggi tiga minggu di USD 3.380.
Seperti dilansir dari Fxstreet, [enguatan ini terjadi seiring melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS, menjelang rilis data inflasi konsumen (IHK) Amerika Serikat.
Indeks Dolar AS, yang mencerminkan kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, turun 0,15 persen setelah mencatat reli tiga hari sebelumnya. Pasar tengah berspekulasi terhadap potensi peningkatan inflasi yang signifikan, di tengah tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga.
Baca Juga: Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Melesat Jadi Rp 1.924.000/Gram
Jika risiko kenaikan inflasi yang diproyeksikan oleh Federal Reserve tidak terwujud, permintaan penurunan suku bunga tersebut bisa meningkat.
Secara teknikal, pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan konsolidasi. Grafik harian menggambarkan fluktuasi harga yang cenderung sideways dalam beberapa bulan terakhir, dengan tidak adanya tren dominan. Saat ini, harga berada di kisaran tengah dengan sinyal teknikal yang masih netral.
Pada grafik 4 jam, kondisi teknikal menunjukkan momentum positif moderat. Indikator RSI tetap stabil di atas level 50, sementara setiap penurunan harga sejauh ini mendapat respons beli dari pasar.
Fokus pembeli tertuju pada level tertinggi 14 Juli di USD 3.375, yang berpotensi membuka jalan menuju resistance berikutnya di level tertinggi 18 dan 23 Juni di area USD 3.400, dan puncak 16 Juni di USD 3.450.
Sementara itu, jika harga menembus ke bawah dari level terendah 14 Juli di USD 3.340, support berikutnya berada di USD 3.312 (terendah 10 Juli), USD 3.285 (terendah 9 Juli), dan area USD 3.245 yang menjadi level penting pada 28 Mei dan 30 Juni.
Dengan sentimen pasar yang masih menanti data inflasi AS dan perkembangan kebijakan suku bunga, pergerakan harga emas dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap sensitif terhadap dinamika makroekonomi global dan arah kebijakan moneter The Fed.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik