Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Sabtu, 19 Juli 2025 untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 1.927.000 per gram.
Harga emas Antam meroket Rp 10.000 dibandingkan hari Jumat, 18 Juli 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.773.000 per gram.
Harga buyback itu juga melompat tinggi Rp 10.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Jumat kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas Antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.013.500
- Emas 1 gram: Rp 1.927.000
- Emas 2 gram: Rp 3.794.000
- Emas 3 gram: Rp 5.666.000
- Emas 5 gram: Rp 9.410.000
- Emas 10 gram: Rp 18.765.000
- Emas 25 gram: Rp 46.787.000
- Emas 50 gram: Rp 93.495.000
- Emas 100 gram: Rp 186.912.000
- Emas 250 gram: Rp 467.015.000
- Emas 500 gram: Rp 933.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp 1.867.600.000
Harga Emas Dunia Melonjak
Harga emas global menguat pada perdagangan Jumat malam waktu Amerika Utara, seiring pelemahan Dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Seperti dilansir dari FXstreet, harga emas tercatat naik 0,43 persen menjadi USD 3.353 per troy ounce.
Penguatan harga emas didorong oleh komentar bernada dovish dari Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang menyarankan agar suku bunga acuan diturunkan pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya.
Baca Juga: Titanium vs Emas, Mana yang Lebih Mahal dan Apa Alasannya
Pernyataan ini mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menjadi katalis positif bagi pasar emas.
Selain itu, laporan terbaru dari Universitas Michigan (UoM) menunjukkan meningkatnya optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi AS, dengan ekspektasi inflasi yang diperkirakan akan melandai. Sentimen pasar pun membaik menjelang akhir pekan.
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, tercatat melemah 0,13% ke level 98,48. Melemahnya dolar membuat emas — yang dihargakan dalam mata uang tersebut — menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri, sehingga mendorong permintaan.
Sementara itu, pasar memperkirakan akan terjadi pelonggaran moneter sebesar 45 basis poin hingga akhir tahun ini, naik dari perkiraan 42 basis poin sehari sebelumnya, berdasarkan data kontrak berjangka suku bunga dana federal untuk Desember 2025.
Meski begitu, harga emas sempat gagal menembus level tertinggi mingguannya pada Rabu lalu. Hal ini dipicu oleh rumor mengenai rencana Presiden AS Donald Trump untuk memecat Ketua The Fed, Jerome Powell — sebuah isu yang kemudian dibantah oleh Powell, meskipun tensi politik terhadap bank sentral masih berlanjut.
Pada pekan depan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari AS, antara lain data perumahan, S&P Global Flash PMI, klaim pengangguran mingguan, serta laporan pesanan barang tahan lama, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Transaksi Aset Kripto Capai Rp29,24 Triliun di Januari 2026
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax