Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sambangi Meikarta guna memastikan kelanjutan penyelesaian proyek yang sebelumnya sempat menghadapi berbagai tantangan.
Pada 18 Desember 2020, telah ditetapkan putusan homologasi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang disahkan oleh lebih dari 1000 kreditur melalui proses voting.
Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) setelah dikukuhkan oleh Mahkamah Agung pada 26 Juli 2021. Hasil dari homologasi ini memastikan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan. Konsumen tetap mendapatkan hak unit yang telah dibeli, dengan penyesuaian jadwal serah terima unit sesuai kesepakatan dalam homologasi.
Meikarta secara aktif mengambil alih dan melanjutkan penyelesaian proyek. Hingga saat ini, Meikarta telah mengalokasikan dana lebih dari Rp6 triliun untuk memastikan kelanjutan proyek ini.
Hingga Juni 2025, Meikarta telah menyerahterimakan sebanyak 13.541 unit kepada konsumen. Selanjutnya, terhitung sejak Juni hingga Desember 2025, sebanyak 3.000 unit properti yang berlokasi di area Meikarta West (D2) akan diserahterimakan kepada konsumen.
Dengan demikian, sampai akhir Desember 2025, total unit yang akan diserahterimakan mencapai 16.495 unit atau setara dengan 90% dari total unit yang terjual.
Meikarta juga menegaskan bahwa saat ini tidak melakukan penjualan unit baru, baik untuk hunian maupun unit SOHO, karena fokus utama perusahaan adalah untuk memenuhi komitmen penyelesaian unit kepada konsumen sesuai dengan homologasi yang telah disepakati.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para konsumen Meikarta, memastikan pemerintah turut mengawal hak-hak konsumen dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.
"Hari ini saya sudah ke meikarta, saya lihat cukup ramai, jalan besar. Kita mencari solusi terbaik antara pengembang dan konsumen. Pendekatan musyawarah mufakat untuk penyelesaian, sebagai menteri saya pilih jalur ini. I did it my way. Kalau ini belum memuaskan, saya minta maaf, ini yag terbaik yang bisa saya lakukan. Tetap ada progresnya, kalau ada yang pilih jalur lain, silahkan. Kami berusaha seterbuka mungkin. Pak james menurut saya bapak pengusaha yang punya itikad baik. Apa yg jadi hak konsumen, bisa selesaikan," kata Ara.
Baca Juga: Naik 50,98 Persen, Penyaluran KPR Rumah Subsidi Capai 129.773 Unit Hingga Juli
Ke depan, Meikarta akan terus melanjutkan proses serah terima unit hingga seluruh konsumen mendapatkan hak mereka sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Hari ini istimewa, Pak Menteri dateng. Terima kasih untuk kesabaran dan dukungan dari seluruh pihak. Selama ini belum selesai, managemen tekad menyelesaikan. Tidak buat proyek yang baru. Mohon pengertian, bantuan dan dukungannya org agar nilai investasi tidak negatif." kata James Riady, Vice Chairmant Lippo Group.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Usung Penguatan Sistem Pembayaran
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
-
Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD
-
IHSG Menguat Tipis, Emiten Tambang Emas Berjaya
-
GenKBiz Surabaya, Komitmen KB Bank Cetak Wirausaha Muda Inovatif Berbasis ESG
-
Bulog Klaim Margin 7% Bukan Tambah Cuan, Tapi Kompensasi
-
Kemenkeu Terbitkan SBN Pertama 2026, Incar Dana Rp 25 Triliun
-
Boy Thohir Mau Cari Cuan di Bursa Hong Kong Lewat Rencana IPO EMAS
-
Merger Grab - GoTo Tersandung Saham Telkomsel, KPPU Belum Terima Notifikasi
-
Cara Menukarkan Uang Rusak Akibat Bencana ke Bank Indonesia