Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mencermati perkembangan ekonomi global yang masih belum mereda. Salah satunya, adalah mengenai suku bunga The Fed yang akan turun pada tahun ini.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM), Bank Indonesia (BI), Firman Mochtar meramal The Fed akan turun pada bulan September dan Oktober. Hal ini dikarenakan tekanan gejolak ekonomi global yang belum mereda.
"The fed akan turun dua kali di bulan September dan Oktober karena ekonomi dunia yang dikisaran 3 persen," katanya dalam Taklimat Media, Kamis (24/7/2025).
Menurut dia, ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menurun membuat inflasi tertekan. Hal ini tentu membuat aliran modal asing keluar dari Amerika dan bisa masuk ke negara berkembang termasuk Indonesia.
"Aliran modal masih menjadi peralihan karena dampak risiko fiskal. Mengalirnya ke mana ke emas, mengalirnya ke Eropa. Dua bulan terkahir mulai mengalir ke emerging market," katanya.
Tidak hanya itu, BI juga masih mewaspadai ekonomi dunia yang bisa menekan Indonesia. Apalagi mengenai tarif Trump bisa membuat ekonomi dunia tertekan termasuk Indonesia.
"Perkembangan Tarif dari Trump kami memperhitungkan dari bulan ke bilan yang ini menjadi cermatan kami sebelumnya ada ketegangan geopolitik isreal dan iral setelah itu mereda karena gencatan senjata. Lalu ditambah tarif yang diumumkan oleh Trump," jelasnya.
Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed memberikan sinyal kuat terhadap pemangkasan suku bunga di akhir bulan ini sebesar 25 bps ditengah meningkatnya pertumbuhan dan risiko pasar tenaga kerja.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan pihaknya yakin harus memangkas suku bunga di tengah meningkatnya risiko-risiko pada ekonomi, termasuk kemungkinan kuat bahwa inflasi yang dipicu oleh tarif tidak akan mendorong kenaikan tekanan harga yang terus-menerus.
Baca Juga: Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen, Ini Alasannya
"Masuk akal untuk memangkas suku bunga kebijakan FOMC sebesar 25 basis poin dua minggu dari sekarang," kata Waller.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang