Suara.com - PT Pertamina (Persero) siap membawa Sasagu, produsen aneka olahan sagu kekinian asal Papua manggung ke pentas internasional.
UMK yang baru berdiri sejak 2023 ini telah merasakan besarnya manfaat program Pertamina UMK Academy 2025. Saat ini, Sasagu sedang didekati dua pembeli potensial yang berasal dari Jerman dan Jepang.
"Kami percaya, bisnis kami bisa naik kelas lebih cepat usai mendapatkan pembinaan dari Pertamina lewat program UMK Academy 2025. Dan buktinya, produksi dan omzet Sasagu bisa tumbuh berkali-kali lipat padahal kami baru beberapa bulan saja ikut Pertamina UMK Academy," kata Founder Sasagu, Herlinda Sinaga.
Ketertarikan konsumen terhadap olahan pangan lokal khas Papua besutan Sasagu ini tak hanya datang dari pasar dalam negeri, namun juga luar negeri. Saat ini, Sasagu sedang didekati dua pembeli potensial asal Jerman dan Jepang.
Tak hanya itu, Sasagu juga tengah melakukan persiapan penetrasi pasar ke Australia lantaran Herlinda berhasil lolos menjadi satu-satunya pengusaha perempuan dari Indonesia Timur dalam ajang 25 Woman-led MSMes- aReady to Export oleh Australia Awards tahun 2024.
Di Pertamina UMK Academy 2025, Herlinda mengaku mendapatkan banyak ilmu yang bisa membuat bisnisnya semakin tumbuh dan berkembang mulai dari manajemen produksi, pengemasan, branding, hingga pemasaran. Sasagu pun kini semakin dikenal, baik di pasar offline maupun online. Sasagu juga sudah bisa mejeng di salah satu supermarket terbesar di Jayapura, Papua.
"Cookies Sasagu telah menjadi makanan ringan best seller di supermarket terbesar di Jayapura. Tepung sagu kami juga berhasil menjadi market leader karena selain mengusung identitas budaya, produk kami juga bebas gluten," cetusnya.
Sebelum mendapatkan pembinaan dari Pertamina, bisnis Sasagu diakuinya belum berkembang seperti saat ini. Berbekal pendampingan dan coaching one by one yang dilakukan semua tantangan kini bisa teratasi.
Selain tentang profit (keuntungan), Herlinda juga mendapatkan ilmu tentang people dan plane. Oleh karena itu, ia mewajibkan dirinya menanam lima bibit sagu saat menebang satu pohon sagu.
Baca Juga: Mentan Tegaskan Impor Pangan dari AS Hanya Gandum dan Kedelai
Tujuannya agar kelestarian alam bisa berlanjut. Ia juga berharap bisa semakin memberdayakan masyarakat Papua apabila bisnisnya terus bertumbuh.
Ide pembuatan tepung sagu sejatinya lahir kala ia kesulitan mendapatkan boba dan tepung tapioka sebagai bahan baku pembuatan boba yang rencananya akan dijual dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua.
Kesulitan ini akhirnya melahirkan boba berbahan baku sagu. Butuh waktu dua tahun untuk bisa membuat boba yang lebih enak dan lebih kenyal dengan bahan sagu.
Segendang sepenarian, Herlinda juga butuh waktu yang tidak sebentar untuk membuat cookies yang enak dan renyah berbahan sagu.
Ia sampai harus membaca banyak jurnal internasional agar produknya, termasuk cookies dengan bahan gluten free ini bisa dinikmati seenak cookies yang dibuat dengan tepung terigu.
Berbekal inovasi tersebut, Sasagu telah banyak meraih penghargaan di antaranya Australia Awards 2024, Best UMKM FnB Track dari Digital Creative Entrepreneurs, TOP 350 PFpreneur Perempuan UMKM untuk Nusantara oleh Pertamina, dan Finalis Indonesia Food Inovation oleh Kementerian Perindustrian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram